Capex tersebut salah satunya akan digunakan untuk membangun 60 Whiz Hotel dalam jangka waktu 5 tahun di kota-kota besar di Indonesia. Whiz Hotel merupakan jaringan hotel baru yang dikembangkan oleh Perseroan.
Selain Whiz Hotel, capex juga akan digunakan untuk membiayai pengembangan Ngoro Industrial Park tahap II (NIP 2) seluas 240 hektar di kawasan Ngoro, Jawa Timur.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Intiland, Lennard Ho menjelaskan, kedua proyek ini memiliki posisi yang strategis bagi perseroan. "Whiz Hotel dan Ngoro Industrial Park akan menjadi mesin pertumbuhan baru yang mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perseroan dimasa datang," ujar Lennard Ho dalam konferensi persnya di Gedung Intiland, Jakarta, Selasa (23/06/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kinerja keuangan Intiland pada triwulan pertama tahun 2009 cukup mengalami penurunan pertumbuhan. Pendapatan usaha pada triwulan I-2009 hanya sebesar Rp 84,6 miliar atau turun sebesar Rp 24 miliar dibandingkan dengan triwulan I-2008 yang mencapai Rp 110,6 miliar.
Sedangkan laba usaha perseroan juga mengalami penurunan pada triwulan I-2009 yang hanya sebesar Rp 24,2 miliar atau turun sebesar Rp 9,6 miliar.
Namun Lennard optimis memasuki semester II 2009, kondisi perekonomian akan membaik sehingga memberikan stimulus positif bagi industri properti. "Gejala ini dapat dilihat dari indikator makro ekonomi Indonesia yang membaik, antara lain pertumbuhan ekonomi yang masih positif, tren suku bunga yang menurun dan masuknya investasi asing," papar Lennard.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Intiland disetujui perubahan status dari PMA menjadi PT Biasa (Perseroan Biasa). "Tahun ini juga kita tidak membagikan deviden," tuturnya.
Selain itu, rencana Initial Public Offering (IPO) Whiz Hotel masih akan tergantung dari berapa hotel yang sudah dibangun. "Kita prediksikan 30 hotel siap IPO dalam 5 tahun ke depan," tuturnya.
"Dan untuk rights issue masih tergantung kondisi market," pungkasnya.
(dru/lih)











































