Kalau boleh meminjam penggolongan kubu seperti jaman kemerdekaan 1945, peta dua paket boleh kita sebut dengan nama paket Tua dan paket Muda.
Paket direksi yang dipimpin Direktur Utama PT Panin Sekuritas I Made Rugeh Ramia yang berusia 66 tahun, bakal berhadapan dengan paket direksi yang dipimpin oleh Komisaris Utama PT Bahana Securities Ito Warsito yang berusia 42 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semula, ada 3 paket yang santer bakal maju ke pemilihan direksi BEI. Pertama paket Ito Warsito. Kedua paket yang dpimpin oleh Direktur Utama PT Relliance Securities Orias P Moedak. Terakhir, paket yang dipimpin oleh Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi Abiprayadi Riyanto.
Tiga paket itupun sudah merupakan hasil konsolidasi dari peta pemilu BEI sebelumnya. Hanya paket Ito Warsito yang sudah kokoh sejak awal.
Awalnya, Direktur Perdagangan Fix Income dan Derivatif, Keanggotaan dan Partisipan BEI Guntur Pasaribu berencana menggalang paket sendiri. Guntur awalnya mengajak Direktur Utama PT Merrill Lynch sekaligus Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Lily Widjaja dalam paketnya.
Harapan Guntur, Lily yang memiliki dukungan suara kuat dari para AB bisa melancarkan misinya menduduki kursi BEI 1. Sayangnya, paket ini kemudian pecah kongsi. Lily mendadak menyatakan mundur.
Banyak yang menduga mundurnya Lily terkait adanya gugatan PT Renaissance Capital terhadap Merrill Lynch yang disinyalir bisa membahayakan masa depan paket.
Kehilangan Lily, paket Guntur pun kehilangan arah. Direktur Pengawasan BEI Justitia Tripurwasani yang semula masuk dalam paket Guntur pun ikutan mundur. Tak lama, paket Guntur pun tak terdengar lagi suaranya.
Untuk beberapa waktu, hanya ada satu paket yang masih berdiri yaitu paket Ito Warsito. Sempat terdengar kabar kalau pemilu BEI 24 Juni bakal hanya ada satu paket saja alias aklamasi.
Rupanya, ada gerakan bawah tanah dari sejumlah anggota bursa (AB/broker/sekuritas) untuk membuat paket tandingan. Mendadak muncul paket yang dipimpin oleh Abiprayadi. Tak lama berselang, muncul lagi paket ketiga yang dipimpin oleh Kepala Divisi Hukum PT Danareksa Sekuritas Heppy Hermanto.
Banyak yang menduga kemunculan tiba-tiba dua paket tersebut hanya dagelan untuk memecah suara paket Ito Warsito. Pelaku pasar sangsi terhadap majunya Heppy Hermanto dan Abiprayadi.
Di satu sisi Danareksa sudah menyatakan dukungan terhadap paket Ito, namun Heppy malah maju tanpa dukungan dari sekuritasnya sendiri. Di sisi lain, Abiprayadi yang merupakan orang dari sektor reksadana, bukan saham, disangsikan pelaku pasar dapat memimpin BEI.
Tak lama, paket Heppy pun hilang. Eh, malah muncul paket yang dipimpin oleh Orias.
Konstelasi terakhir sebelum batas akhir pendaftaran kandidat 29 April 2009 hanya terdiri dari 3 paket yakni, paket Ito Warsito, paket Abiprayadi dan Paket Orias.
Ketika itu, paket Ito sudah mendapat dukungan suara sebesar 70% dari total nilai transaksi AB di BEI pada periode 1 April 2008 hingga 31 Maret 2009. Total nilai transaksi 119 AB selama periode yang sama sebesar Rp 1.674,482 triliun.
Hanya 70 AB yang berhak mendaftarkan kandidat dengan total nilai transaksi sebesar Rp 1.570,259 triliun atau setara dengan 93,775% dari total nilai transaksi BEI selama periode tersebut.
Sementara paket Ito sudah mendapat dukungan kuat, nasib paket Abiprayadi dan Orias menjelang masa akhir pendaftaran masih terkatung-katung lantaran masing-masing paket belum dapat memenuhi kuota nilai transaksi untuk menggalang paket. Batas minimal paket yang hendak maju adalah memperoleh sedikitnya 10%
nilai transaksi AB di BEI selama periode di atas.
Dan tiba-tiba, terjadi perubahan mendadak terhadap peta paket direksi. Pada 28 April 2009 malam, satu hari menjelang batas akhir pendaftaran, Abi mengundurkan diri. Kandidat paket Abiprayadi pun segera menunjuk Rugeh sebagai pengganti.
Dan pada 28 April malam itu pun terjadi konsolidasi cepat atas paket Orias dan paket Rugeh. Paket Orias memtuskan mundur dan para AB yang mendukung paket Orias sepakat memberikan suara pada paket Rugeh. Dengan konsolidasi tersebut, paket Rugeh bisa mendaftarkan paket ke Bapepam pada 29 April 2009 karena akhirnya bisa memenuhi kuota 10%.
Setelah melalui proses panjang gonta-ganti kandidat, kini dua paket yakni paket tua Rugeh dan paket muda Ito Warsito siap berebut kursi BEI 1 pada RUPS Tahunan BEI yang akan digelar besok pagi.
Paket ito, dengan kandidat-kandidatnya yang didominasi oleh orang-orang yang sedang menjabat alias incumbent mengusung pentingnya orang-orang yang sudah teruji untuk memimpin bursa di saat kondisi pasar modal sedang sangat fluktuatif.
Sementara paket Rugeh mengusung sejumlah agenda perubahan.
Susunan paket Rugeh sebagai berikut:
- Direktur Utama: I Made Rugeh Ramia (direktur utama PT Panin Sekuritas Tbk).
- Direktur Perdagangan dan Keanggotaan: Nicky Hogan (Wakil Presiden Direktur PT Relliance Securities).
- Direktur Pengembangan Usaha: Rosinu (direktur PT Trimegah Securities Tbk).
- Direktur Peraturan dan Pengawasan: Hamdi Hassyarbaini (kepala divisi Pengawasan Transaksi BEI).
- Direktur Penilaian Perusahaan: A Wishnu Handoyono (direktur utama PT Bhakti Securities).
- Direktur Teknologi Informasi: Achmad Zaky Hamid (konsultan IT dan mantan direktur PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia/KPEI).
- Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia: Susy Meilina (direktur PT UOB Kay Hian Securities).
Susunan paket Ito:
- Direktur Utama: Ito Warsito (komisaris utama PT Bahana Securities).
- Direktur Perdagangan dan Keanggotaan: Wan Wei Yiong (kepala divisi pemasaran BEI).
- Direktur Pengembangan Usaha: Friderica Widyasari Dewi (sekretaris perusahaan BEI).
- Direktur Peraturan dan Pengawasan: Uriep Budhi Prasetyo (direktur PT Dhanawibawa Artha Cemerlang).
- Direktur Penilaian Perusahaan: Eddy Sugito (direktur pencatatan BEI).
- Direktur Teknologi Informasi: Adikin Basirun (direktur utama PT Pacific Dua Ribu Investindo).
- Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia: Supandi (kepala divisi perdagangan saham BEI).
(dro/qom)











































