Pada perdagangan Selasa (23/6/2009), rupiah kembali melemah ke level 10.535 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 10.485 per dolar AS. Rupiah sempat menembus level terendah di 10.600 per dolar AS, sebelum rebound tipis.
Pelemahan rupiah terjadi seiring tekanan jual hebat yang terjadi di pasar saham. Lelang Surat Utang Negara (SUN) yang mencapai Rp 2,2 triliun tak mampu banyak membantu penguatan rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yen dan dolar AS kini sedang diuntungkan oleh persepsi investor yang sedang mencari tempat lindung terbaik di tengah pasar finansial yang kembali goyang. Apalagi Bank Dunia kemari merilis proyeksi pertumbuhan ekonomi yang menghempaskan harapan akan membaiknya pemulihan ekonomi.
"Investor keluar dari mata uang yang sensitif terhadap pertumbuhan global seperti dolar Australia dan Selandia baru, dan mencari 'safe haven' seperti yen dan dolar AS," ujar John Kyriakopoulos, analis dari NAB Capital seperti dikutip dari AFP.
(qom/lih)











































