"Tahun ini target kami sekitar 700-800 MMSCFD," ujar Dirut PGN Hendi P Santoso usai RUPS di Rritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa (23/6/2009).
Pasokan gas yang bisa dialirkan PGN memang menjadi acuan karena berkontribusi hingga 90 persen terhadap pendapatan penjualan perseroan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami belum hitung pastinya, karena kan ada kenaikan biaya produksi juga, tapi ya segitu juga," tambah Hendi.
Sementara mengenai disetujuinya permintaan dividen sebesar Rp 1 triliun, Hendi mengatakan hal itu tidak akan mengganggu kinejra perseroan.
"Kas internal kita masih ada sekitar US$ 530 juta, jadi dividen Rp 1 triliun tidak memberatkan kinerja perseroan ke depan maupun mengganggu capex dan rencana pengembangan bisnis perseroan ke depan," katanya.
Capex perseroan tahun ini dianggarkan sebesar US$ 200-250 juta yang digunakan untuk penyelesaian pengembangan distribusi Jawa Barat sebesar US$ 100 juta dan pembayaran pipa SSWJ (South Sulawesi West Java) sebesar US$ 100 juta.
"40 persen pendanaan akan diambil komitmen pinjaman dari JBIC dan World Bank dan sisanya 60 persen dari internal," ujarnya.
(lih/lih)











































