Berikut rekomendasi dari CIMB-GK Securities, Rabu (24/6/2009):
Kami percaya harga saham di sektor semen saat ini telah priced-in faktor berikut:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Recovery pada 2H09 sehingga secara FY09 terjadi penurunan penjualan domestik sebesar 5%, dibandingkan 8% pada 1Q09
- Turunnya harga semen lokal sebesar 6% dari level 1Q09
- Naiknya konsumsi semen sebesar 6-7% pada FY10.
Kami melihat potensial earning upside karena alasan berikut:
- Harga semen lokal yang stabil
- Kenaikan volume ekspor
- Turunnya biaya pada 2H09
- Pertumbuhan konsumsi semen sejalan dengan inflasi.
Kami mengubah metode valuasi kami menjadi DCF dari EV/ton karena perusahaan saat ini lebih stabil dan cash flows bisa diprediksi
Produsen fokus menjaga harga yang tinggi daripada menjaga pangsa pasar. Situasi kompetitif ini sedikit berbeda karena SMGR dalam tahap ekspansi dan ingin mempertahankan harga yang tinggi sehingga investasi pantas dilakukan.
INTP menjadi lebih jelas mengenai strategi dan tidak akan memangkas harga jual selama SMGR tidak membanjiri pasar dengan produknya. Dengan biaya yang mulai turun, ada kemungkinan turunnya harga jual 2% pada 2Q-3Q09.
Permintaan semen yang membaik dan turunnya biaya menimbulkan upside surpise untuk harga semen lokal.
Ekspor volume juga menjadi katalis, dengan munculnya India sebagai tujuan ekspor. Konsumsi semen FY10 berdasarkan GDP multiple 1x sangat konservatif, dan bisa meningkat ke 2x GDP dimasa baik. Permintaan bisa naik karena alasan berikut:
- Kembali turunnya KPR
- Rollout program infrastruktur yang mengkonsumsi 4-6 MT semen (11-17% FY09 konsumsi)
- Spillover efek terhadap permintaan rumah.
Biaya akan menurun karena lebih banyak penggunaan batubara dengan kualitas rendah dan pembelian pada harga spot yang lebih murah. Ada resiko kenaikan harga coal pada FY10
Kami mempertahankan rating Sektor Semen pada OVERWEIGHT. Saham di sektor semen telah naik sejak kami mengupgrade menjadi overweight pada Apr09, dan kami terus melihat potensial upside, khususnya untuk Indocement Tunggal (INTP) dimana kami melihat upside earning dan dividend.
Kami juga mengubah metode valuasi menjadi DCF dari EV/ton karena perusahaan saat ini lebih stabil dan cash flows bisa diprediksi. INTP menjadi top pick kami dengan rating OUTPERFORM dan target harga Rp 8350, dengan berakhirnya investasi tinggi dan high leverage serta kapasitas yang memadai. Kami juga mengupgrade rating Holcim (SMCB) dari trading buy menjadi OUTPERFORM dengan target harga Rp 1100 dengan asumsi sales volume dan harga jual yang lebih tinggi.
Namun kami mendowngrade Semen Gresik (SMGR) menjadi UNDERPERFORM dengan target harga Rp 4150 karena negative capex dalam 3-4 tahun kedepan karena kurangnya kapasitas dan loan withdrawal $300 juta pada 2H09.
(qom/lih)











































