Pada perdagangan kemarin di pasar New York, dolar AS mencatat rebound atas euro. Euro diperdagangkan di 1,3926 dolar, dari sebelumnya di 1,4078 dolar. Terhadap yen, dolar AS juga menguat ke 95,62 yen, dari sebelumnya di 95,18 yen.
Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) seperti telah diperkirakan sebelumnya memutuskan untuk mempertahankan suku bunga rendahnya dikisaran 0% hingga 0,25%. The Fed juga menepis kekhawatiran soal inflasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ashraf Laidi, analis dari CMC Markets menyatakan, pernyataan The Fed yang tidak berubah dari pertemuan sebelumnya menandakan bahwa bank sentral tidak ingin terburu-buru untuk menekan imbal hasil atau yield, sehingga menguntungkan dolar.
"Pernyataan The Fed yang nyaris tidak berubah menandakan bahwa the Fed tidak terburu-buru untuk menekan turun yield, yang positif untuk dolar," ujarnya seperti dikutip dari AFP.
Sementara nilai tukar rupiah pagi ini diperdagangkan cukup stabil. Pada perdagangan Kamis (25/6/2009), rupiah dibuka pada level 10.332 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di 10.385 per dolar AS.
(qom/qom)










































