"Tahun ini kami menargetkan perolehan laba bersih sebesar Rp 150 miliar. Tahun lalu laba kita Rp 54 miliar," ujar Direktur Utama GZCO, Chandra M Gozali usai RUPS Luar Biasa di Shangrila, Jakarta, Kamis (25/6/2009).
Menurut Chandra, kontribusi peningkatan laba bersih salah satunya diperoleh melalui penerimaan dividen dari PT Palma Sejahtera yang baru saja disetujui pemegang saham untuk diakuisisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai pendapatan, GZCO menargetkan angka sebesar Rp 450 miliar di 2009, tumbuh 50,5% dari perolehan tahun 2008 sebesar Rp 299 miliar.
Pemegang saham baru saja menyetujui rencana perseroan mengakuisisi 100% saham
Palma senilai Rp 466 miliar. Palma merupakan perusahaan di sektor kebun sawit yang memiliki lahan seluas 94.884 hektar.
"Lahan tertanam Palma sekitar 8.605 hektar dengan lahan yang sudah mencapai puncak panen sekitar 6.600 hektar," jelas Chandra.
Luas lahan GZCO saat ini sebesar 31.309 hektar dengan luas lahan tertanam seluas 15.979 hektar. Lahan GZCO yang sudah mencapai puncak panen seluas 6.600 hektar.
"Jadi setelah akuisisi ini, total luas lahan kami akan mencapai 126.180 hektar dengan luas lahan tertanam sebesar 24.584 hektar. Lahan dengan puncak panen seluas 13.200 hektar," paparnya.
Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar (capital expenditure/capex) sebesar Rp 150 miliar. Dananya akan digunakan untuk menambah lahan tertanam seluas 6.000 hektar dan pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) di Sumatera Selatan.
"Lahan Palma dan GZCO akan ditanam masing-masing 3.000 hektar tahun ini. Jadi total 6.000 hektar. Dananya sekitar Rp 40 miliar. Untuk bangun pabrik dananya sekitar Rp 100-110 miliar," ujarnya.
(dro/lih)











































