"Untuk membayar akuisisi Palma, kami menjajaki penerbitan MTN antara Rp 200-300 miliar," ujar Direktur Utama GZCO, Chandra M Gozali usai RUPS Luar Biasa di Shangri La, Jakarta, Kamis (25/6/2009).
Saat ini perseroan masih membahas skema penerbitan MTN tersebut. Perseroan belum menunjuk penasihat keuangan atas rencana itu.
"Masih kami kaji beberapa opsi, karena pembayaran ke Palma masih dalam dua tahun ke depan," ujar Chandra.
Semula, perseroan berencana menerbitkan obligasi senilai hingga Rp 500 miliar. Namun rencana tersebut dibatalkan.
"Kami menggunakan laporan keuangan Desember 2008. Batas waktunya kan 6 bulan, sudah hampir habis. Jadi obligasi tidak dilanjutkan. Kemungkinan akan terbitkan MTN," ujarnya.
Dalam RUPS Luar Biasa yang baru saja selesai dilaksanakan, pemegang saham menyetujui agenda akuisisi 100% saham PT Palma Sejahtera senilai Rp 466 miliar.
Akuisisi dilakukan dengan dua mekanisme. Pertama, pengambilalihan 0,01% saham Palma milik Eddy Wijanarko dan Daniel Lianto secara langsung senilai Rp 1 miliar.
Kedua, GZCO akan mengambil alih Mandatory Convertible Bond (MCB) yang diterbitkan Palma kepada Delta Investment Limited senilai Rp 465 miliar.
Pada 12 Februari 2009, Palma menerbitkan MCB senilai Rp 300 miliar kepada Delta Investment. MCB tersebut bisa dikonversi menjadi 300 ribu saham baru Palma atau setara dengan 99,99% saham Palma.
Delta kemudian menjual MCB tersebut kepada GZCO senilai Rp 465 miliar. Dengan dua pengambilalihan tersebut, GZCO akan menguasai 100% saham Palma.
"Segera setelah ini, kami akan mengkonversi MCB tersebut menjadi saham, sehingga secara pembukuan, kinerja Palma akan masuk ke GZCO terhitung semester dua 2009," ujarnya.
Untuk saham milik Eddy dan Daniel, GZCO akan melakukan pembayaran secara tunai. Namun untuk pengambilalihan MCB, GZCO akan membayar dengan dua tahap.
"Pertama tunai sebesar Rp 279 miliar yang diambil dari sisa dana IPO yang masih ada sebesar Rp 287,95 miliar. Sisanya sebesar Rp 186 miliar akan dibayarkan dalam dua tahun dengan bunga 3% di atas suku bunga SBI," jelas Chandra.
Menurut Chandra, untuk pembayaran tahap dua ini, perseroan menjajaki pendanaan eksternal melalui MTN sekitar Rp 200-300 miliar.
"Waktunya masih dua tahun, skema finalnya masih dibahas. Kita juga masih punya fasilitas pinjaman dari BRI senilai Rp 200 miliar. Nanti kita lihat mana yang lebih murah," ujarnya.
mengakuisisi 100% saham Palma senilai Rp 466 miliar. Palma merupakan perusahaan di sektor kebun sawit yang memiliki lahan seluas 94.884 hektar.
"Lahan tertanam Palma sekitar 8.605 hektar dengan lahan yang sudah mencapai puncak panen sekitar 6.600 hektar," jelas Chandra.
Luas lahan GZCO saat ini sebesar 31.309 hektar dengan luas lahan tertanam seluas 15.979 hektar. Lahan GZCO yang sudah mencapai puncak panen seluas 6.600 hektar.
"Jadi setelah akuisisi ini, total luas lahan kami akan mencapai 126.180 hektar dengan luas lahan tertanam sebesar 24.584 hektar. Lahan dengan puncak panen seluas 13.200 hektar," paparnya.
(dro/dnl)











































