Indah Kiat Anggarkan Capex US$ 600 Juta

Indah Kiat Anggarkan Capex US$ 600 Juta

- detikFinance
Kamis, 25 Jun 2009 15:04 WIB
Indah Kiat Anggarkan Capex US$ 600 Juta
Jakarta - PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) tahun ini menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 600 juta. Dana tersebut akan digunakan peningkatan kualitas produksi dan pembangunan PLTU.

"Kira-kira US$ 600 juta," kata Direktur INKP, Agustian Rachmansjah Partawidjaja usai RUPS Tahunan di Crowne Plaza, Jakarta, Kamis (25/6/2009).

Ia mengatakan, capex akan digunakan untuk peningkatan kualitas produk pulp and paper (kertas dan bubur kertas) sehingga lebih berdaya saing global.

Selain itu, capex juga akan digunakan untuk pembangunan power plant atau pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Langkah ini seiring dengan kebijakan energi perseroan yang mengkonversi energi dari bahan baku minyak mentah ke gas dan batu bara. Selain ramah lingkungan, konversi energi juga dapat menekan biaya operasional.

"Yang pasti operational expenditure kita akan turun signifikan," ujarnya.

Sayangya ia tidak menjabarkan lebih rinci mengenai alokasi dana capex. Ia hanya mengatakan kalau pendanaan capex akan menggunakan kombinasi kas internal dan pendanaan eksternal. Opsinya adalah pinjaman bank lokal dan asing serta rencana penjajakan obligasi.

"Yang pasti internal kita cukup," katanya.

Sementara Direktur INKP Baharudin mengatakan, pada tahun ini perseroan tidak menargetkan pertumbuhan volume produksi pulp & paper . Bahkan, perseroan memproyeksi pendapatan tahun ini sedikit lebih rendah dari tahun 2008 yang
mencapai US$ 2,2 miliar.

"Sepertinya tidak akan sebaik tahun lalu," katanya.

Tahun ini perseroan menargetkan volume produksi sama dengan tahun lalu sebesar 3,3 juta ton. Meski volume produksi dan penjualan tidak mengalami penurunan signifikan dibanding tahun lalu, namun harga kertas dan bubur kertas pada tahun ini diprediksi tidak akan menyamai harga tertinggi tahun 2008 yang sempat mencapai US$ 600 ribu per ton.

Hingga triwulan I-2009, harga kertas berkisar di level US$ 400 per ton, atau turun dibandingkan rata-rata tahun 2008. Saat ini kisarannya berada di level US$ 420 ribu per ton. Namun dia optimis, hingga akhir tahun ini trennya mengalami kenaikan dibandingkan triwulan I tahun ini, meskipun akan sulit menyamai harga rata-rata tertinggi di 2008.

"Besarannya berapa? Kami belum dapat prediksi, karena akan sangat tergantung dengan kondisi global," katanya.

Di satu sisi jelas Baharudin, harga minyak mentah dunia merangkak naik. Kondisi ini yang membuat pendapatan tahun ini diproyeksi lebih rendah dari 2008. Sayangnya dia tidak menyebutkan besaran penurunannya.

(dro/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads