"Kami akan membagikan dividen sebesar Rp 20 per saham," ujar Wakil Presiden Komisaris TKIM, Gandi Sulistiyanto usai RUPS Tahunan di Crowne Plaza, Jakarta, Kamis (25/6/2009).
Gandi mengatakan, laba bersih tahun 2008 mencapai US$ 51,686 juta atau setara dengan US$ 0,039 per saham. Dari total laba bersih tersebut, sebesar US$ 1 juta atau setara dengan Rp 10,340 miliar dialokasikan untuk memperkuat struktur permodalan tahun 2009. Sisanya US$ 48,102 juta sebagai laba di tahan.
Hingga triwulan I-2009, kinerja perseroan mengalami penurunan penjualan bersih karena krisis global yang berpengaruh pada harga pasar ekspor. Penjualan bersih perseroan khusus pada pangsa lokal turun dari US$ 98,294 juta menjadi US$ 74,942 juta pada triwulan pertama tahun ini.
Hal yang sama terjadi pada laba bersih yang turun dari US$ 9,161 juta menjadi US$ 1,708 juta pada triwulan I-2009. Volume penjualan kertas mengalami penuruanan 10% menjadi 245 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun 2008 yang sempat menyentuh 268 juta ton. Penjualan stasionary pun mengalami penurunan dari 55 juta ton menjadi 41 juta ton, sementara packing justru naik dari 15 juta ton menjadi 17 juta ton.
Gandi mengatakan, komposisi penjualan didominasi pangsa pasar ekspor yang mencapai 73 % dan sisanya lokal. Ke depan perseroan belum bisa menentukan berapa target pendapatan yang dapat dicapai dan volume penjualannya karena pasar masih
sangat fluktuatif.
(dro/dnl)











































