Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (24/6/2009) malam.
"Ya intinya, perusahaan berniat untuk berkembang lebih baik lagi tahun ini dan ekspektasi kita usulkan terhadap dividen sekitar 50 persen tahun ini," ungkapnya.
Hingga akhir tahun 2008, perusahaan semen plat merah itu membukukan laba bersih sebesar Rp 2,523 triliun. Dengan begitu, dividen yang akan ditarik pemerintah sebesar Rp 1,261 triliun.
Namun, menurut Sofyan, keputusan akhir tetap akan diambil pada saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan yang akan digelar besok.
"Nanti kita lihat hasil resminya di RUPS jumat besok," ungkapnya.
Ia juga mengatakan, tidak akan ada lagi dividen spesial seperti yang dilakukan pemerintah pada setoran dividen PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).
"Enggaklah, mereka (Semen Gresik) butuh dana juga untuk ekspansi," katanya.
Menurutnya, pemerintah menarik dividen spesial untuk PGN karena PGN memiliki dana yang banyak sekali tetapi tidak memerlukan dana besar untuk investasi tahun ini.
"Jadi sayang sekali kalau tidak dipakai," jelasnya.
(ang/dnl)











































