Pada perdagangan Kamis (25/6/2009), rupiah ditutup pada level 10.285 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 10.385 per dolar AS.
Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono mengatakan, keputusan The Fed memang akan memberikan dampak positif bagi Indonesia. Pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) menyatakan bahwa risiko deflasi sudah menurun dan inflasi AS tetap bertahan karena sumber ekonomi AS masih terbatas meski ada tanda-tanda kenaikan harga energi dan komoditas lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dolar AS melanjutkan penguatannya atas yen di pasar Asia setelah keputusan The Fed tersebut. Dolar AS menguat ke 96,19 yen, dibandingkan sebelumnya di 95,62 yen. Sementara euro berhasil rebound atas dolar AS setelah keterpurukan sebelumnya. Euro menguat ke 1,3962 dolar, dari sebelumnya di 1,3926 dolar.
Dealer menyatakan, mata uang paling aman seperti yen terkena aksi jual seiring penguatan pasar saham. Seperti diketahui, bursa-bursa Asia hari ini mencatat rebound tajam meski kemarin Wall Street ditutup flat.
"Para pemalin mengambil petunjuk yang positif dari FOMC dan kenaikan saham untuk membeli dolar dan euro," ujar Jun Kato, dealer senior dari Shinkin Central Bank seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)











































