"Tahun ini target pendapatan kami sebesar Rp 6-6,5 triliun," ujar Direktur Utama BYAN, Eddy Chin Wai Fong usai RUPS Tahunan di WTC, Jakarta, Kamis (25/6/2009).
Menurut Eddy, peningkatan terutama dikontribusikan oleh meningkatnya volume produksi dan penjualan batubara perseroan di 2009.
"Tahun ini target produksi batubara sebanyak 9,5 juta ton, naik 61% dari tahun lalu 5,9 juta ton. Target volume penjualan batubara tahun ini 10 juta ton, naik 49,25% dari tahun lalu 6,7 juta ton," ujarnya.
Sayangnya, Eddy tidak menyebutkan proyeksi laba bersih tahun ini. Ia hanya menyebutkan target perolehan laba kotor tahun ini.
"Laba kotor tahun ini sebesar Rp 1,75 triliun naik 86,26% dari tahun lalu Rp 939,5 miliar," ujarnya.
Tahun lalu laba bersih perseroan sebesar Rp 20,7 miliar. Dalam RUPS Tahunan yang baru saja selesai, pemegang saham menyetujui untuk tidak membagikan dividen tahun 2008.
"Rapat memutuskan tidak bagi dividen. Laba akan ditempatkan dalam saldo laba ditahan untuk keperluan pengembangan," ujarnya.
Tahun 2009, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 88 juta. Dananya akan digunakan untuk membangun infrastruktur tambang batubara perseroan.
"Seluruh dana capex dari kas internal," ujarnya.
(dro/dnl)











































