Pada perdagangan Kamis (25/6/2009), indeks Dow Jones industrial averaga (DJIA) naik 172,54 poin (2,08%) ke level 8.472,40. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 19,32 poin (2,14%) ke level 920,26 dan Nasdaq naik 37,20 poin (2,08%) ke level 1.829,54.
Reaksi positif pasar terjadi setelah pemerintah melaporkan perekonomian AS mengalami kontraksi 5,5% pada kuartal I-2009. Angka revisi itu lebih baik dari sebelumnya yang mencatat kontraksi 5,7%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua data yang keluar menyatakan bahwa aktivitas perekonomian mengalami kontraksi pada tingkat yang lebih rendah pada kuartal II yakni 2,5-4% dan pada siklus ini seprtinya akan terus terjadi hingga Agustus atau September," ujar Nariman Behravesh, analis dari IHS Global Insight seperti dikutip dari AFP, Jumat (26/6/2009).
Sementara Reuters mencatat, rally saham-saham ini terjadi menjelang keluarnya laporan keuangan untuk kuartal II pada pekan depan. Beberapa manajer portofolio sudah mulai melakukan 'window dressing' untuk menyambutnya. Ritual inilah yang diyakini membantu penguatan saham-saham pada Kamis ini.
Harga saham energi kembali menguat setelah harga minyak melonjak. Saham Exxon Mobil Corp tercatat naik hingga 2,1%.
Perdagangan saham masih sangat tipis, di New York Stock Exchange mencapai 1,23 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,28 miliar atau sama dengan rata-rata tahun lalu.
Minyak Melonjak ke US$ 70
Harga minyak mentah dunia kemarin kembali melonjak menembus US$ 70 per barel seiring adanya serangan di pusat produksi minyak Nigeria.
Kontrak utama minyak light pengiriman Agustus naik hingga 1,45 dolar menjadi US$ 70,12 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Agustus juga naik 1,45 dolar ke US$ 69,78 per barel.
(qom/qom)











































