"Although it's easy to forget sometimes, a share is not a lottery ticket... it's part-ownership of a business."- Peter Lynch
Hari ini komoditas kembali mengangkat index di regional karena pergerakan harga minyak yang menembus $70/bbl. Seiring dengan inflasi yang di perkirakan akan menjadi obat untuk memulihkan ekonomi. Sementara inflasi sangat kekeh relasinya dengan harga property, kita strongly merekomendasikan saham seperti BKSL, ELTY, CTRA, MDLN, etc.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Regional Pagi: Saham Jepang naik setelah harga minyak dan logam melonjak dan menaikkan perkiraan pendapatan dari perusahaan energy. Mitsubishi Corp. naik 1.3% dan Komatsu Ltd. Naik 1.8%. Nippon Electic Glass Co. mengatakan bahwa laba operasi yang akan diperoleh bisa mencapai 10 milyar yen atau setara dengan $104 milyar dalam tiga bulan sampai 30 Juni. Nikkei 225 (+0.14%) 9,810.04. KOSPI INDEX (+0.64%) 1,401.58. S&P/ASX 200 INDEX (+1.02%) 3,895.40. Straits Times (+0.76%) 2,319.95.
Commodity: Harga minyak kembali menyentuh level US$ 70/barel dan bahan bakar juga meningkat setelah militan menyerang saluran pipa Royal Dutch Shell Plc yang memasok ekspor terminal di Nigeria, produsen terbesar di Afrika. Harga minyak untuk pengiriman bulan Agustus naik 2.3% menjadi US$70.23/barrel pada 2:59 p.m. di NYMEX, yang merupakan level tertinggi sejak 18 Juni. Harga minyak naik 57% tahun ini, yang sempat menurun 4.1% dari tujuh bulan tertinggi yang mencapai US$ 73.23 pada 11 Juni.
Economic & Industrial news
Economic: Sri Mulyani Jadi kandidat Gubernur BI
SBY akhirnya mengajukan nama Sri Mulyani yang kini masih menjabat sebagai Menteri Keuangan, sebagai calon gubernur BI.
Pengajuan ini telah diterima oleh Ketua Komisi XI Ahmad Hafiz Zamawi, dan ia mengungkapkan 4 alasan menguatnya nama Sri Mulyani, yaitu:
Diharapkan dapat menyinergikan kebijakan antara fiskal dan moneter Indonesia.
Diharapkan mampu melanjutkan proses reformasi birokrasi di BI,
Menjadi perantara BI dan DPR dalam membahas UU yang terkait dengan bank sentral guna meningkatkan independensi yang akan dituangkan ke dalam UU,
Terkait ketokohannya sehingga diharpkan dapat membawa pengaruh signifikan terhadap institusi BI.
Automotive: Penjualan Mobil Juni Diprediksi Naik
Penjualan mobil pada Juni diperkirakan menembus angka 36.000 unit, naik tipis dibandingkan dengan realisasi Mei dipicu oleh kampanye penjualan agen tunggal pemegang merek (ATPM) dan situasi ekonomi yang membaik.
Pada Mei, penjualan mobil secara wholesales di pasar domestik mencapai 35.818 unit, tertinggi sepanjang 5M09. Hingga akhir tahun, pasar nasional diperkirakan di kisaran 450.000 unit dibandingkan dengan tahun lalu.
Corporate news
BUMI: Akan Gadaikan KPC, Arutmin, dan Herald
BUMI akan menggadaikan saham tiga anak usahanya yakni KPC, Arutmin dan Herald. KPC dan Arutmin akan digadaikan kepada ICICI Bank Plc, sedangkan Herald kepada Credit Suisse. Perolehan dana akan digunakan untuk membiayai capex batubara, biaya eksplorasi nonbatubara dan modal kerja lainnya. Namun, rencana ini masih menunggu persetujuan RUPSLB hari ini.
BBCA: Credit Suisse Atur Penjualan saham BBCA
Credit Suisse mengatur penjualan 986 juta saham BBCA seharga Rp3.425-3.460/saham. Book building penjualan saham BBCA telah dilakukan sejak kamis dan ditargetkan rampung Jumat pagi ini. Nilai tersebut terdiskon 9,5% dari penutupan kemarin Rp3.825/saham.
Nilai penjualan 3,9% saham BBCA bisa mencapai Rp3,4 trilliun ($332 juta). Sementara itu,perseroan enggan menyebutkan identitas penjual saham tersebut.
BYAN: Segera Realisasikan Akuisisi
BYAN segera merealisasikan minimal satu tambang batubara greenfield senilai U$20 juta pada tahun ini. Capex FY09 sebesar U$88 juta, berasal dari kas internal. Selanjutnya, perseroan memutuskan tak akan membagikan dividen pada tahun ini. Penjualan FY09 ditargetkan sebesar Rp6-6,5 triliun dikontribusi dari ekspor briket batubara PT Kaltim Supacoal. Selain itu volume produksi mencapai 9,5 juta ton batubara dan kontrak penjualan FY09 sebanyak 10 juta ton.
GZCO: Jajaki MTN Rp300 M
GZCO menjajaki penerbitan medium term notes (MTN) senilai Rp200-300 miliar. Perolehan dana untuk membiayai akuisisi PT Palma Sejahtera senilai Rp466 miliar. Selain itu, perseroan juga tengah menjajaki pinjaman empat bank, salah satunya BBRI dan BBNI.
PKPK: Bagi Dividen Rp16/saham (yield 4%), Garap Konstruksi Rp214 M
PKPK membagikan dividen FY08 sebesar Rp9,94 miliar atau Rp16/saham (yield 4%). Perseroan raih proyek konstruksi senilai Rp214,27 miliar yang ditargetkan rampung dua tahun ke depan. Saat ini juga, perseroan mengikuti tender proyek konstruksi mekanikal Chevron U$3,2 juta. Semenatara itu, perseroan menargetkan pendapatan FY09 naik jadi Rp553,56 miliar vs FY08 Rp456,67 miliar,serta pendapatan FY10 diprediksi melonjak 69,83% yoy jadi Rp940,09 miliar.
SMGR: Pemerintah Minta Dividen 50%
Kemenneg BUMN meminta dividen FY08 SMGR sebanyak 50% atau sekitar Rp1,26 triliun dan menyarankan ekspansi melalui pinjaman selain mengandalkan kas intrenal terkait pendanaanya. Sementara itu, manajemen SMGR mengusulkan pembagian dividen sebanyak 40% karena membutuhkan dana bagi pengembangan ke depanya.
AISA: Dilarang Gadaikan Saham
RUPS melarang AISA untuk menggadaikan saham PT Bumi Raya Investindo untuk menambah jaminan pinjaman ke BMRI sebesar Rp50 miliar. Capex FY09 sebesar Rp250 miliar untuk membeli peralatan produksi mie dan pembangunan pabrik pengolahan CPO. Pendanaan berasal dari kas internal dan pinjaman bank.
INKP: Penjualan FY09 Diprediksi Turun
INKP memprediksi penjualan FY09 turun dipicu anjloknya harga pulp dunia hingga sepertiga dari level $600 per ton pada tahun lalu. Namun, perseroan enggan menyebutkan besaran penurunannya. Capex FY09 sebesar U$500 juta untuk mengonversi BBM jadi gas dan batubara. Pendanaan berasal dari kas internal dan pinjaman bank.
BBRI: Mandiri, Danareksa dan Bahana Tangani Subdebt
BBRI berencana menunjuk Mandiri Sekuritas, Danareksa Sekuritas dan Bahana Sekuritas untuk menangani penerbitan subdebt sebesar Rp 2 triliun pada semester II/2009. Subdebt tersebut berjangka waktu 10 tahun dengan call option pada tahun kelima dan diharapkan yield obligasi bisa lebih rendah seiring adanya tren penurunan suku bunga yang terjadi belakangan ini.
TKIM: Bagi Dividen Rp20/saham (yield 1,16%)
TKIM memutuskan membagikan dividen FY08 sebesar US$ 2,58 juta atau Rp 20 per saham (yield 1,16%). Selanjutnya, capex FY09 sebesar U$100 juta yang berasal dari kas internal dan pinjaman bank.
MPPA: Tinggalkan Supermarket
MPPA meninggalkan bisnis supermarket dan menggantikan Supermarket Matahari menjadi convenience store yang menjual produk makanan dan minuman siap saji dengan format untuk luas toko di atas 1.000 m² diberi merek Foodmart dan yang lebih kecil dan menyerupai gerai minimarket dinamai Food Ekspress.
Hal ini dilakukan karena sulit untuk mempertahankan supermarket yang harus bersaing ketat dengan hipermarket lainnya yang lebih lengkap jenis produk dengn luas gerai yang jauh lebih besar, ungkap Roy N. Mandey, VIce President Corporate Communication MPPA.
MEDC: Pemegang Saham Bersengketa, Blok K47 MEDC Terhambat
Rencana MEDC mengembangkan Blok K47 Libya tengah menghadapi kendala karena tengah terjadi sengketa antara Verenex dengan National Oil Corporation (NOC) Libya di Blok K47 terkait penjualan 50% saham Verenex kepada China National Petroleum Company International (CNPC). Namun, hal ini tak melibatkan MEDC karena hubungannya dengan NOC Libya sangat baik malah NOC appreciate dengan kontribusi dan komitmen perseroan terhadap Blok K47.
Market Flash
US : Minyak di atas $70, Saham U.S. naik
News Highlight
Economic & Industrial News
Economic: Sri Mulyani Jadi kandidat Gubernur BI
Automotive: Penjualan Mobil Juni Diprediksi Naik
Corporate News
BUMI: Akan Gadaikan KPC, Arutmin, dan Herald
BBCA: Credit Suisse Atur Penjualan saham BBCA
BYAN: Segera Realisasikan Akuisisi
GZCO: Jajaki MTN Rp300 M
PKPK: Bagi Dividen Rp16/saham (yield 4%), Garap Konstruksi Rp214 M
SMGR: Pemerintah Minta Dividen 50%
AISA: Dilarang Gadaikan Saham
INKP: Penjualan FY09 Diprediksi Turun
BBRI: Mandiri, Danareksa dan Bahana Tangani Subdebt
TKIM: Bagi Dividen Rp20/saham (yield 1,16%)
MPPA: Tinggalkan Supermarket
MEDC: Pemegang Saham Bersengketa, Blok K47 MEDC Terhambat
Rumours
Harga SRSN berpotensi ke Rp100/saham, seiring kabar perseroan akan membentuk anak usaha untuk ekspansi bioetanol dan akan menggandeng investor asing pada anak usahanya.
Harga saham CSAP berpotensi ke Rp250/saham. Kabarnya, perusahaan asal Timur Tengah pemilik jaringan distribusi bahan bangunan tenngah mengincar saham CSAP, seiring rencana divestasi sebagian saham pendiri perusahaan.
Corporate Action
Cum dividen Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) sebesar Rp2,99/saham. Ex dividen (29/6).
Cum dividen Pudjiadi Prestige Limited Tbk (PUDP) sebesar Rp2/saham. Ex dividen (29/6).
Cum dividen Unilever Indonesia Tbk( UNVR) sebesar Rp220/saham. Ex dividen (29/6).
Technical Picks
BBCA (Rp 3.825) – Sell on Strength
BDMN (Rp 4.675) – SELL
TOTL (Rp 199) – BUY
MEDC (Rp 3050) – BUY
(etr/lih)











































