BUMI Incar Saham BHP Billiton

BUMI Incar Saham BHP Billiton

- detikFinance
Jumat, 26 Jun 2009 16:05 WIB
BUMI Incar Saham BHP Billiton
Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengaku tertarik membeli saham BHP Billiton. Namun pembahasan mengenai rencana tersebut masih dalam tahap awal.

"Kita tertarik tapi tentu harus ada duit dulu, kalau duitnya ada kenapa tidak," ujar Direktur Utama BUMI Ari Hudaya usai RUPS Tahunan Perseroan di Hotel Mid Plaza Intercontinental, Jakarta, Jumat (26/6/2009).

Ari mengatakan pembahasan mengenai rencana pembelian saham BHP Billiton ini masih dalam tahap awal sehingga dia belum bisa membeberkan berapa besar saham BHP Billiton yang akan dibeli oleh perseroan. "Ya pokoknya kalau ada duit kita tertarik," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sehubungan dengan itu, Investor Relation BUMI Dileep Srivastava juga mengakui perihal ketertarikan perseroan untuk membeli saham BHP Billioton tersebut. Tapi sayangnya Dileep juga belum bisa menjelaskan detil rencana tersebut. "Ini masih sangat awal sekali untuk dibahas," jelasnya.

Meski begitu, Ari mengatakan manajemen BUMI menyiapkan dana sebesar US$ 100 juta untuk pengembangan usaha termasuk akuisisi perusaahaan di sektor non batubara. "Untuk pengembangan non coal termasuk akuisisi tahun ini kita siapkan US$ 100 juta tapi penggunaan untuk apa masih kita bahas. Tapi salah satunya akan digunakan untuk pengembangan Herald (resources) dan proyek Mauritania di Afrika, seluruhnya dari kas internal kita," jelasnya.

Bumi juga menganggarkan capex (capital expenditure) sebesar US$ 400 juta tahun ini, yang pendanaannya akan menggunakan kombinasi antara kas internal dan pendanaan eksternal seperti pinjaman bank, pembiayaan vendor, dan pembiayaan proyek.

Untuk itu perseroan telah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk menjaminkan aset berupa saham maupun aset fisik dari BUMI dan anak usahanya untuk keperluan memperoleh pinjaman di masa mendatang.

"Pemegang saham tadi sudah menyetujui kita bisa menjaminkan sebagian besar aset baik saham maupun fixed asset untuk memperoleh dana untuk keperluan ekspansi dan pengembangan organisasi kita di masa mendatang," ujarnya.

Tapi sayangnya Ari belum bisa menyebutkan berapa jumlah aset yang akan dijaminkan.

(dnl/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads