Pada perdagangan minggu kemarin, indeks S&P ditutup -1.36% menjadi 918.9 dan Dow Jones ditutup -0.4% pada posisi 8,438.39.
Regional Pagi: Hasil industri Jepang meningkat sebagaimana ekonomi mulai pulih dari resesi. Produksi naik 5.9% pada bulan Mei, dan meurut survey Bloomberg para ekonom memprediksikan produksi tetap akan meningkat sedikitnya 29.5% dalam tahun ini. Yen diperdagangkan pada 95.22 per dolar. Perekonomian Jepang kemungkinan akan tumbuh 2.3% pada kuartal ini. Dana dstimulus Cina sebesar $286 miliar menaikkan permintaan terhadap alat berat Jepang dan membuat Cina sebagai konsumen ekspor Jepang terbesar. Bursa Asia dibuka menguat pada awal sesi Senin (29/6), dengan penguatan pada NIKKEI 225 (+0.26%) 9,903.56 , dan Topix (+0.3%) 929.72. Elpida Memory (+6.7%) setelah Dow Jones Newswires memprediksikan persero akan mendapatkan persetujuan mengenai dana dari pemerintah namun saham komoditas melemah, dengan Nippon Oil Corp. (-1.4%) dan Inpex Corp (-0.4%). KOSPI INDEX (+0.54%) 1,402.09. S&P/ASX 200 INDEX (+0.35%) 3,917.60. Straits Times (+0.01%) 2,318.18.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Economic & Industrial news
Economic: KPPU Segera Panggil Pengelola 21 Cineplex
KPPU segera memanggil 21 Cineplex, beberapa distributor, dan produsen untuk mengkalrifikasi dugaan praktik monopoli dan persaingan perdangangan tidak sehat selama 60 hari hingga 31 Agus09.
Economic: Subsidi Listrik Naik 23%
Pemerintah mengusulkan kenaikan subsidi listrik 23% atau Rp10,57 triliun dalam APBN-Perubahan 2009 dari Rp45,96 triliun jadi Rp56,52 triliun, dipicu eskalasi kurs dan target penghematan subsidi yang tidak tercapai.
Β
Cement: Hingga Mei, Utilisasi Semen Turun 7%
Tingkat utilisasi industri semen nasional hingga Mei09 turun 7% jadi 75% dari Des08 sebesar 82%, seiring turunnya penjualan semen domestik maupun ekspor. (investor/fz)
Corporate news
BNBR: Kaji Penjualan Anak Usaha
BNBR tengah mengkaji penjualan saham sejumlah anak usahanya di sektor industri logam yakni Group Bakrie Metal meliputi PT Bakrie Metal Industies (99,99%) dan PT Bakrie Coorrugated Metal (55%). Hal ini sebagai kelanjutan program rasionalisasi perseroan memangkas utang dan memperkuat nilai tambah anak perusahaan yang dirasionalisasi. Sementara itu, buyback saham perseroan segera dilakukan meliputi buyback 4,2% saham BUMI d ari Ancora pada Nov09 seharga Rp1.700/saham dan 7,78% saham ELTY pada 4Q09.
SMGR: Bagikan Dividen Rp 215,19/saham (yield 4,1%)
SMGR membagikan dividen FY08 sebanyak 50% sebesar Rp 1,266 triliun atau Rp 215,19/saham (yield 4,1%). Selanjutnya, guna mengurangi penggunaan dana internal perseroan memangkas capex FY09 jadi US$ 1,2 miliar dari US$ 1,3 miliar. Pendanaan berasal dari kas internal RpRp 1,7 triliun dan Rp3,5 triliun sindikasi perbankan.
BMRI: Funding dan Kredit Bank Sinar Harapan Tumbuh 18.4% dan 22.4%
Anak perusahaan BMRI, Bank Sinar Harapan Bali berhasil mencatat pertumbuhan agresif pada sisi funding dan kredit yang masing-masing tumbuh 18.4% dan 22.4% hingga akhir Mei 2009. Funding tumbuh menjadi Rp279.6 miliar dengan dana murah mencapai Rp150.4 miliar (giro dan tabungan). Sedangkan kredit tumbuh menjadi Rp314.3 miliar dengan rasio NPL 0.61%.
Comment: BMRI memiliki Bank Sinar Harapan dengan kepemilikan 80% untuk memperkuat basis kredit UMKM. NIM per 1Q09, mencapai 11%. Pertumbuhan positif kredit serta high margin akan menopang kenaikan laba BMRI FY09 yang kami estimasi Rp5.9 tn. BMRI TP Rp3,200. HOLD
MYOR: Bagikan Dividen Rp50/saham (yield 3,1%)
MYOR membagikan dividen FY08 sebesar Rp38,32 miliar atau Rp50/saham (yield 3,1%). Selanjutnya, perseroan optimis pendapatan tahun ini tetap tumbuh, namun enggan menyebutkan besaran nilainya.
TRIO: Jajaki Akuisisi di Singapura, Bagi Dividen Rp7/saham
TRIO menargetkan penjualan FY09 naik jadi Rp6,4 triliun vs FY08 Rp5,8 triliun, seiring memacu penjualan telepon seluler dan smart phone. Perseroan memutuskan membagikan dividen FY08 sebanyak 30% sebesar Rp31,15 miliar atau Rp7/saham (yield 3,1%). Capex FY09 sebesar Rp30 miliar untuk membeli produk dan menambah barang. Sementara itu, perseroan menjajaki akuisisi perusahaan sejenis di Singapura.
BYAN: Tambah Jaminan Utang
BYAN menambah jaminan utang karena tidak memenuhi kewajiban keuangan terkait pinjaman utang U$300 juta. Sebagian jaminan utang mensyaratkan adanya kenaikan margin bunga dari2,3% di atas Libor jadi 4%. Oleh karena itu, beban utang bunga perseroan FY09 akan naik, sehingga penjualan FY09 sebesar Rp6-6,5 triliun dengan laba kotor Rp1,75-2 triliun.
TBLA: Bagi Dividen Rp17,36/saham (yield 5,6%)
TBLA membagikan dividen FY08 sebesar Rp72,41 miliar atau Rp17,36/saham (yield 5,6%). Penjualan FY09 diprediksi naik tipis jadi Rp4 triliun seiring turunnya harga CPO dibanding tahun lalu. Selanjutnya penjualan COP ditargetkan naik 18% yoy dari 270.000 ton jadi 320.000 ton. Capex FY909 sebesar Rp200 miliar untuk perawatan, pembangunan saran prasaran dan penanaman 3.000 ha CPO.
BUDI: Tunda Bangun Pabrik Bioetanol
BUDI menunda pembangunan pabrik bioetanol U$43 juta seiring masih fluktuatifnya harga minyak bumi berakibat sulitnya menghitung keekonomian pabrik. Selanjutanya, penjualan FY09 ditargetkan naik jadi Rp1,6 triliun vs FY08 Rp1,55 triliun.Β
BKSL: Siapkan Dana Rp300 M
BKSL menyiapkan dana investasi Rp300 miliar untuk mengembangkan sarana pendidikan, hiburan, seni dan rumah sakit di kawasan perumhan yang dikembangkan perseroan. Selanjutnya, perseroan segera joint venture untuk mengembangkan RS di kawasan tersebut.
IPO: Berau Coal Targetkan Raih Dana Rp3 T
PT Berau Coal menargetkan dana IPO pada 2H09 sebesar U$300 juta atau Rp3 triliun. IPO holding Berau Coal bisa melalui PT Armadian Tritunggal atau perusahaan baru yang dibentuk khusus terkait go public. Selanjutnya, Berau menunjuk Merrill Lynch sebagai underwriter. Hingga saat ini belum ditentukan besaran angka dan tempat listingnya apakah di BEI atau SGX (Singapura).
MAPI: Pendapatan FY09 Diprediksi Naik 15-20%
Pendapatan MAPI FY09 ditargetkan naik 15-20% yoy vs FY08 Rp1,46 triliun. Capex FY09 sebesar Rp90 miliar untuk menambah 20 gerai toko seluas 21.000 meter persegi.
Market Flash
US : Merger $ 3.5 milyar Watson Wyatt, dan Towers Perrin
News Highlight
Economic & Industrial News
Economic: KPPU Segera Panggil Pengelola 21 Cineplex
Economic: Subsidi Listrik Naik 23%
Cement: Hingga Mei, Utilisasi Semen Turun 7%
Corporate News
BNBR: Kaji Penjualan Anak Usaha
SMGR: Bagikan Dividen Rp 215,19/saham (yield 4,1%)
BMRI: Funding dan Kredit Bank Sinar Harapan Tumbuh 18.4% dan 22.4%
MYOR: Bagikan Dividen Rp50/saham (yield 3,1%)
TRIO: Jajaki Akuisisi di Singapura, Bagi Dividen Rp7/saham
BYAN: Tambah Jaminan Utang
TBLA: Bagi Dividen Rp17,36/saham (yield 5,6%)
BUDI: Tunda Bangun Pabrik Bioetanol
BKSL: Siapkan Dana Rp300 M
IPO: Berau Coal Targetkan Raih Dana Rp3 T
MAPI: Pendapatan FY09 Diprediksi Naik 15-20%
Rumours
Saham PNLF berpotensi ke Rp150/saham seiring kabar diversifikasi usaha perusahaan asuransi ke bidang jasa konsultasi manajeman dan administrasi.
Harga saham FPNI berpotensi ke Rp250/saham. Pasalnya, induk usaha perseroan di Malaysia berencana mengakuisisi perusahaan sejenis di Asia termasuk Indonesia.
Corporate Action
Cum dividen Asuransi Jasa Tania Tbk ( ASJT) sebesar Rp6,77/saham. Ex dividen (30/6)
Cum dividen SMART Tbk (SMAR) sebesar Rp150/saham. Ex dividen (30/6)
Cum dividen Sepatu Bata Tbk (BATA) sebesar Rp816,23/saham. Ex dividen (30/6)
Cum dividen Timah Tbk (TINS) sebesar Rp133/saham. Ex dividen (30/6)
Technical Picks
IHSG (Rp 1040,193) β SELL ON STRENGTH
TRUB (Rp 178) β SELL
BBRI (Rp 6500) β SELL
SMMA (Rp 1400) β SELL
(etr/lih)











































