Obligasi yang akan jatuh tempo tersebut adalah obligasi Berlina I/2004 seri B senilai Rp 32 miliar dan Sukuk Ijarah Berlina I/2004 senilai Rp 85 miliar. Dengan diperolehnya pinjaman tersebut, Moody's Indonesia menaikkan peringkat perusahaan dan obligasi yang diterbitkan oleh PT Berlina Tbk (BRNA) menjadi Baa2.id dari sebelumnya Baa3.id dengan prospek (outlook ) stabil.
"Kenaikan peringkat mencerminkan penguatan profil keuangan BRNA dan juga dihilangkannya resiko pembiayaan kembali untuk obligasi sebesar Rp 117 milyar yang jatuh tempo pada bulan Desember tahun ini," kata Analis Utama Moody’s, Joko Widodo dalam keterangannya, Senin (29/6/2009).
Joko mengatakan, setelah kinerja usaha yang lemah pada tahun 2006 yang disebabkan oleh kondisi pasar yang tidak menguntungkan pada industri kemasan, BRNA telah secara konsisten memperbaiki profil keuangannya; terutama karena perusahaan dapat mengelola kenaikan biaya dan efisiensi produksi dengan baik.
Pada tahun 2008, credit metrics perusahaan yang diukur dengan adjusted EBIT margin dan rasio EBIT/Interest, masing-masing meningkat menjadi 9,7% dan 2,3x, dari 5,4% dan 0,7x pada tahun 2006. Selain itu, adjusted Debt/EBITDA juga menguat menjadi 2,0x dari 3,6x selama periode tersebut.
BRNA juga dinilai secara efektif telah menghilangkan risiko pembiayaan kembali untuk obligasi sebesar Rp 117 miliar yang akan jatuh tempo Desember 2009 dengan mendapatkan fasilitas pembiayaan kembali bertenor 5 tahun CIMB-Niaga enam bulan sebelum tanggal jatuh temponya.
"Ini menunjukkan komitmen kuat pihak manajemen untuk memenuhi kewajiban keuangannya sesuai yang diperjanjikan. Resiko pembiayaan kembali ini selama 12 bulan terakhir telah menjadi kendala untuk adanya peningkatan peringkat bagi BRNA," jelas Joko.
Prospek stabil mencerminkan ekspektasi Moody’s bahwa BRNA akan dapat mempertahankan kinerja usaha yang stabil sambil mengejar pertumbuhan usaha.
Tekanan yang positif terhadap peringkat dapat timbul jika BRNA dapat secara konsisten memenuhi semua financial covenants dan di saat yang sama melakukan pertumbuhan usahanya seperti yang direncanakan.
Sebaliknya, tekanan penurunan peringkat dapat timbul jika BRNA gagal mengeksekusi rencana bisnisnya sehingga mempengaruhi profil keuangannya, yang mungkin disebabkan oleh adanya perubahan iklim usaha di luar perkiraan. Tekanan dapat juga terjadi jika perusahaan melakukan ekspansi yang signifikan yang dibiayai oleh hutang tanpa menghasilkan arus kas yang memadai. Adjusted EBIT margin di bawah 6-7% dan/atau EBIT/Interest dibawah 1.0-1.5x dapat dijadikan pertanda bahwa penurunan peringkat perlu dilakukan.
Tindakan pemeringkatan Moody’s terakhir terhadap Berlina dilakukan pada tanggal 28 Mei 2007, ketika peringkat skala nasional Baa3.id ditetapkan dengan prospek stabil.
(dro/lih)











































