Berikut review CIMB-GK Securities untuk saham ACES, Senin (29/6/2009).
Meskipun ditengah kompetisi yang semakin ketat, penjualan 5M09 naik 13.2% yoy ke Rp526.6 miliar dengan same store growth (SSG) -2.9% atau recovery tipis dari -3.15 pada 4M09.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi Rupiah yang stabil meningkatkan kepercayaan konsumen, inflasi melambat, meningkatnya posisi tawar kepada supplier merupakan beberapa faktor mendukung recovery. Margin juga membaik walaupun terjadi kenaikan 5% ASP tahun lalu untuk mengkompensasi volume yang lebih rendah. 1Q09 gross dan operating margin masing-masing 39.2% dan 11.7% vs 37.2% dan 10% pada 1Q08.
Pendapatan dari tiap pelanggan tetap (membership fee) turun tipis ke Rp 684 rb dari Rp 732 ribu pada FY08. Kontribusi dari membership fee adalah 51% dari pendapatan ACES, dan hingga 1Q09, total membership mencapai 279rb orang, atau +5% yoy.
Rencana ekspansi:
Sekitar 80% ekspansi pada FY09-11 akan berlokasi di Jakarta, termasuk toko seluas 15rb m² di Alam Sutera yang beroperasi pada FY11. Kami memprediksi akan ada tambahan 13rb meter persegi ritel space di FY09, naik 13% yoy ke 109,985 meter persegi. dengan kebanyakan dibuka pada 2H09. Total capex diprediksi sekitar Rp52 miliar, dengan asumsi Rp4 juta rata-rata tiap meter persegi.
Kami percaya recovery di sektor konstruksi akan menguntungkan ACES karena permintaan terhadap home improvement produk akan meningkat, selain lancarnya kredit KPR dan KPA.
Otonomi daerah di Sulawesi, Sumatra dan Kalimatan memberikan stimulus pembangunan di daerah tersebut. Menguatnya harga komoditas, khususnya CPO dan batubara juga memperkuat daya beli bagi pembeli di daerah.
Kami menaikan rating Ace Hardware (ACES) menjadi OUTPERFORM dari underperform dengan target harga Rp 1050. Kami kembali menggunakan metode DCF (16.2% WACC, 6% LTG) karena volatilitas yang lebih rendah serta angka FY11 kami. Target harga ini mengindikasikan 12.8x dan 10.6x CY09-10 P/E inti.
Kami menaikan laba inti CY09-10 sebesar 19.5%-28.1% dengan asumsi pendapatan dan margin yang lebih tinggi, karena beberapa alasan seperti:
- Meningkatnya posisi tawar terhadap beberap supplier, khususnya dari China
- Kemampuan 'pass on' peningkatan harga terhadap konsumen karena target pasar adalah menengah keatas.
- SSG ACES juga bisa meningkat seiring dengan turunnya inflasi serta meningkatnya consumer confidence.
(qom/qom)











































