Investor bergerak hati-hati menanti data inflasi yang akan diumumkan BPS pada 1 Juli. Hal itu menyebabkan transaksi perdagangan masih sangat sepi, di bawah Rp 1 triliun hingga sesi I tutup.
Apalagi bursa-bursa regional juga bergerak mixed pada kisaran tipis tanpa berita besar yang mendorong. Pada sesi pagi, indeks Nikkei-225 di Bursa Tokyo naik tipis 38,74 poin (0,39%) ke level 9.916,13, indeks Hang Seng turun 56,08 poin (0,3%) ke level 18.544,18.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan di seluruh pasar mencatat frekuensi transaksi 29.127 kali pada volume 1.626 juta lembar saham senilai Rp 995 miliar saja. Sebanyak 54 saham naik, 113 saham turun dan 44 saham stagnan.
Saham-saham pertambangan turun seiring kembali merosotnya harga minyak mentah dunia. Pada perdagangan di Asia pagi ini, kontrak utama minyak light pengiriman Agustus turun 70 sen menjadi US$ 68,46 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Agustus turun 68 sen menjadi US$ 68,24 per barel.
Saham-saham yang berada di jajaran top loser antara lain Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 7.450, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 250 menjadi Rp 11.600, United Tractor (UNTR) turun Rp 50 menjadi Rp 10.100, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 50 menjadi Rp 3.200, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 25 menjadi Rp 2.025.
Sedangkan saham-saham yang masih mencetak kenaikan antara lain Bank Danamon (BDMN) naik Rp 150 menjadi Rp 4.800, BRI (BBRI) naik Rp 50 menjadi Rp 6.550, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 900 menjadi Rp 12.550, Sement Gresik (SMGR) naik Rp 50 menjadi Rp 5.250.
(qom/lih)











































