IHSG hanya bergerak pada kisaran yang tidak terlalu lebar dan sempat mencapai level tertingginya di 2.049,851 dan level terendah di 2.042,194. Investor semakin ogah-ogahan di tengah bursa regional yang juga bergerak tipis saja.
Pada perdagangan Senin (29/6/2009), IHSG ditutup melemah 6,477 poin (0,32%) ke level 2.033,716. Indeks LQ 45 turun 2,366 poin (0,60%) ke level 394,450.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara bursa-bursa Eropa juga dibuka nyaris stagnan. Indeks FTSE 100 di London dibuka turun tipis 0,05%, CAC 40 Paris turun 0,23% dan DAX turun 0,18%.
Perdagangan di seluruh pasar mencatat frekuensi transaksi hanya 55.401 kali pada volume 3.180 juta lembar saham senilai Rp 2,248 triliun. Sebanyak 80 saham naik, 107 saham turun dan 58 saham stagnan.
Saham Telkom memimpin penurunan IHSG. Jajaran saham top loser antara lain Telkom (TLKM) turun Rp 200 menjadi Rp 7.400, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 menjadi Rp 11.650, Indofood (INDF) turun Rp 40 menjadi Rp 1.890, BCA (BBCA) turun Rp 25 menjadi Rp 3.525, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 25 menjadi Rp 3.225.
Saham Gudang Garam memimpin dengan kenaikan Rp 800 menjadi Rp 12.450. GGRM dikabarkan ada perubahan jajaran direksi, dan salah satu broker menaikan target harga GGRM. CIMB-GK masih memberikan target harga Rp 17,100 dengan rating OUTPERFORM.
Sedangkan saham-saham lain yang naik harganya di top gainer antara lain BRI (BBRI) naik Rp 100 menjadi Rp 6.600, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 100 menjadi Rp 4.750, PGN (PGAS) naik Rp 50 menjadi Rp 3.200, Astra International (ASII) naik Rp 50 menjadi Rp 24.000, Timah (TINS) naik Rp 25 menjadi Rp 2.175,
(qom/lih)











































