Â
Menurut Direktur Operasional Elnusa Eddy Sjahbuddin, hingga kini target kontrak baru tersebut masih dalam proses tender.
Â
"Sampai akhir 2009 ada beberapa kontrak baru, hingga saat ini tender masih berjalan," ujarnya usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPS) di Graha Elnusa, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Selasa (30/6/2009).
Â
Ia mengatakan hingga Mei 2009 perseroan sudah mengantongi kontrak senilai US$ 87,5 juta ditambah kontrak carry over tahun 2008 sebesar US$ 130 juta.
"Jadi total kontrak yang sudah kita dapat sebesar US$ 218 juta," katanya.
Kontrak tersebut merupakan gabungan antara kontrak jangka pendek (6 bulan -1 tahun) dan jangka panjang (2-3 tahun).
Â
Dengan adanya kontrak baru tersebut, perseroan menargetkan pendapatan sekitar Rp 3 triliun hingga akhir tahun 2009. Kontribusi terhadap penjualan yang terbesar masih dipegang oleh divisi geoscience services sebanyak Rp 1 triliun.
Â
Sisanya disusul oleh divisi drilling services sebesar Rp 550 miliar dan oilfield services sebesar Rp 445 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, perseroan juga mulai melakukan drilling services dengan sumur yang lebih dalam. Maka dari itu, emiten berkode ELSA itu akan membeli bor baru berkekuatan 2000 horse power (HP) tahun ini.
(ang/lih)











































