Dengan adanya penundaan obligasi ini, rencana rights issue yang seharusnya dilakukan setelah penerbitan OWK juga ditunda.
"Ditunda pelaksanaannya, sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut yang akan disampaikan perseroan," kata Direktur Utama Bumiputera Fridhar Natarajan dalam keterangan pers usai RUPS di Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa (30/6/2009).
Penundanaan penerbitan OWK dilakukan karena masalah teknis yang dihadapi Bank Bumiputera sehingga Bapepam LK belum bisa menerbitkan pernyataan efektif.
Bapepam belum mengeluarkan pernyataan efektif karena proses persyaratan yang belum terpenuhi. Proses persyaratan penerbitan OWK Bumiputera ini memang lebih rumit karena merupakan penerbitan obligasi pertama yang tidak terdaftar di bursa (non listed).
Karena obligasi ini tidak terdaftar di bursa, maka Bepepam meminta Bumiputera untuk mendaftarkan diri ke lembaga pemeringkat efek untuk mendapat rating terlebih dulu.
"Kita sedang dalam proses dengan lembaga pemeringkat efek untuk mendapatkan rating, yaitu di Pefindo," kata Direktur Bumiputera Dian A Soeroso.
Bumiputera berharap semua proses penerbitan obligasi ini akan selesai September 2009. Dana obligasi tersebut akan digunakan untuk menaikkan modal perseroan di semester kedua 2009.
CAR perseroan saat ini berada di kisaran 11,53 persen. Targetnya, jika dana obligasi terkumpul, CAR bisa naik 300 bps menjadi 14 persen. Pertumbuhan kredit sampai akhir tahun diproyeksikan sebesar 17 persen.
"Kita fokus di consumer 58 persen dan sisanya SME dan korporasi. Namun porsi korporasi sangat kecil," tambah Dian.
Perseroan juga akan memfokuskan kredit korporasi di sektor manufaktur.
Selain itu, hasil RUPSLB perseroan juga menyetujui perubahan susunan anggota direksi perseroan. RUPSLB mengangkat Adi S Wikarto sebagai direktur baru.
(lih/dnl)











































