"Penunjukkan ini membuat kami menjadi kontraktor nasional pertama yang mengerjakan proyek EPC depot pengisian bahan bakar pesawat udara di bandara kualanamu selaku main contractor," ujar Direktur Utama WIKA, Bintang Perbowo dalam siaran persnya, Rabu (1/7/2009).
Dalam proyek ini, WIKA akan melakukan pekerjaan desain, fabrikasi, inspeksi, testing, intalansi/konstruksi, start-up dan commissioning serta mechanical performance atau EPC (Engineering, Procurement dan Construction) Package.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DPPU ini diharapkan selesai dalam waktu 22 bulan ke depan sejak dikeluarkannya Surat Perintah Melaksanakan SPMP atau sekitar bulan Februari 2011.
WIKA saat ini juga masih mengincar beberapa proyek yang dikeluarkan oleh Pertamina baik itu Direktorat Pemasaran dan Niaga maupun Direktorat Pengolahan. Beberapa proyek yang telah dikerjakan WIKA adalah pipanisasi Balongan II Jakarta-Cikampek sepanjang 122 kilometer senilai US$ 32 Juta.
Dengan tambahan kontrak baru tersebut, maka perolehan kontrak baru WIKA menjadi Rp 3,8 triliun dan menjadikan total nilai kontrak WIKA menjadi Rp 11,6 triliun atau telah mencapai 67,5% dari target 2009 sebesar Rp 17,18 triliun.
Dari perolehan kontrak baru tersebut Rp 2,83 triliun atau 75,5% disumbang oleh perusahaan induk sedangkan sisanya Rp 930 miliar disumbangkan oleh anak perusahaan. WIKA Beton mencatat perolehan kontrak baru senilai Rp 416 miliar, WIKA Realty Rp 159,6 miliar, WIKA Intrade Rp 182 miliar, WIKA Insan Pertiwi Rp 37,72 miliar dan WIKA Gedung Rp 183,23 miliar.
(dro/lih)











































