Investor semakin percaya diri dengan data inflasi Juni yang secara year on year hanya sebesar 3,65%, lebih rendah dari prediksi BI yang sebesar 3,8%. Saham-saham bergerak menguat semakin cepat setelah data inflasi tersebut.
Pada perdagangan Rabu (1/7/2009), IHSG ditutup menguat hingga 33,104 poin (1,63%) ke level 2.059,884. Indeks LQ 45 juga naik 8,002 poin (2,04%) ke level 400,125.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi 65.194 kali dengan volume 6.043 juta lembar saham senilai Rp 5,950 triliun. Sebanyak 127 saham naik, 70 saham turun dan 61 saham stagnan. Transaksi cukup besar karena adanya crossing saham BCA.
Saham-saham yang mencetak kenaikan harga di top gainer antara lain Telkom (TLKM) naik Rp 400 menjadi Rp 7.900, BRI (BBRI) naik Rp 150 menjadi Rp 6450, Indah Kiat (INKP) naik Rp 120 menjadi Rp 1860, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 75 menjadi Rp 3250, BCA (BBCA) naik Rp 75 menjadi Rp 3.600, Indosat (ISAT) naik Rp 75 menjadi Rp 5.050.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 50 menjadi Rp 23.750, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 200 menjadi Rp 12.350, London Sumatra Indonesia (LSIP) turun Rp 100 menjadi Rp 5900, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 200 menjadi Rp 7.550.
(qom/qom)











































