Namun data yang lemah dari sektor tenaga kerja AS membuat penguatan saham di Wall Street tertahan.
Pada perdagangan Rabu (1/7/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) menguat 57,06 poin (0,68%) ke level 8.504,06. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik 4,01 poin (0,44%) ke level 923,33 dan Nasdaq menguat 10,68 poin (0,58%) ke level 1.845,72.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbaikan data itu harus berbanding dengan data dari sektor tenaga kerja AS, yang menunjukkan bahwa sektor swasta AS memangkas 473.000 tenaga kerja selama Juni.
"Ada tanda yang jelas bahwa kita sedang keluar dari resesi. Kami kira perekonomian telah mencapai dasar dan kita akan melihat beberapa PDB yang positif selama kuartal ini," ujar Maury Fertig, chief investment officer Relative Value Partners seperti dikutip dari Reuters, Kamis (2/6/2009).
Saham Chevron tercatat naik 0,4% dan Exxon Mobil naik 1% setelah harga minyak sempat melonjak hingga US$ 71 per barel. Namun harga minyak akhirnya selip tipis.
Namun perdagangan berjalan sangat tipis sehubungan dengan pendeknya hari perdagangan. Bursa AS akan libur pada Jumat untuk memperingati 'Independence Day'.
Perdagangan di New York Stock Exchange hanya 950,1 juta lembar saham, jauh di bawah rata-rata tahun lalu yang sebanyak 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi juga hanya 2,11 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.
Minyak Terselip
Harga minyak mentah dunia akhirnya ditutup turun, setelah sempat merangsek ke US$ 71 per barel.
KOntrak utama minyak light pengiriman Agustus turun 58 sen menjadi US$ 69,31 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Agustus juga turun 51 sen menjadi US$ 68,79 per barel.
(qom/qom)











































