IHSG pada perdagangan Kamis (2/7/2009) diprediksi akan kembali bergerak menguat dengan berbagai dorongan sentimen positif. IHSG akan melanjutkan penguatan kemarin, yang sukses mencetak kenaikan hingga 33 poin.
Aksi window dressing masih akan berlanjut, apalagi didorong oleh penguatan bursa-bursa regional. Pada perdagangan Rabu (1/7/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) menguat 57,06 poin (0,68%) ke level 8.504,06.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun penguatan IHSG tidak akan terlalu besar. Investor akan menunggu hingga pengumuman BI Rate pada Jumat besok. Saham-saham akan bergerak 'menghijau' pada kisaran yang terbatas. Saham komoditas yang sempat 'layu' bisa menjadi penggerak lagi pada hari ini.
Saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga seperti perbankan dan konstruksi atau perumahan akan menjadi fokus investor.
Berikut rekomendasi untuk hari ini:
Panin Sekuritas:
Ditengah tekanan terhadap bursa regional, IHSG berhasil menguat menyusul sentimen dari pengumuman data inflasi oleh BPS kemarin siang. Inflasi periode Juni 2009 tercatat sebesar 0,11% (mom) atau lebih rendah dibandingkan survey. Sementara angka inflasi tahunan (yoy) juga tercatat 3,65% turun dibandingkan periode Mei 6.04%.
Pasar memperkirakan BI akan kembali memangkas suku bunga BI Rate dalam Rapat Dewan Gubernur Jumat besok. Hari ini kami perkirakan indeks akan kembali berpeluang untuk menguat. Selain saham sektor perbankan dan properti, kami melihat peluang untuk beberapa saham pertambangan cukup menarik untuk trading setelah beberapa hari melemah.
Secara teknikal, IHSG berhasil menembus resistance 1 (2.050). Dari momentum indikator juga terlihat adanya positif divergence yang mengindikasikan peluang terjadinya short term bullish. Kisaran support-resistance 2.040-2.077.
Optima Securities:
Menguatnya sektor infrastruktur 3.7% mengangkat indeks 33 poin atau 1.6% ke posisi 2.059. Rendahnya inflasi bulan Juni secara year on year sebesar 3,65% atau lebih rendah dari perkiraan BI memberi harapan besar terhadap penurunan BI rate pada 3 Juli mendatang. Momentum inflasi tersebut sekaligus digunakan untuk window dressing para fund manager agar kinerja portofolio pada semester I terlihat baik. Penguatan IHSG masih terbuka di level 2.030-2.080.
(qom/qom)











































