Pada perdagangan Jumat (3/7/2009), rupiah dibuka melemah ke level 10.239 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 10.178 per dolar AS.
Apalagi Bank Indonesia (BI) sebelumnya menyatakan bahwa level rupiah yang realistis adalah 10.500-11.000 per dolar AS. Menurut Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Goeltom, rupiah akan tetap terjaga hingga akhir tahun di level tersebut, seiring masih masuknya aliran modal asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analis sebelumnya memperkirakan angka yang lebih rendah yakni 365.000, namun dengan tingkat pengangguran yang lebih tinggi 9,6%. Data itu juga dinilai menunjukkan bahwa setiap langkah pemulihan ekonomi tidak akan berjalan mulus.
Seperti dikutip dari AFP, euro kemarin diperdagangkan di level 1,3997 dolar, dari sebelumnya di 1,4146 dolar. Sementara dolar AS melemah atas yen ke posisi 95,94 yen, dari sebelumnya di 96,64 yen.
Analis menyatakan, reaksi pasar itu terjadi karena dealer membeli dolar dan yen yang dianggap sebagai 'safe haven' di tengah perekonomian yang belum sehat betul. Mereka memilih melepas euro yang dianggap lebih berisiko di pasar uang.
(qom/qom)











































