Berikut review CIMB-GK Securities untuk saham PGN, Jumat (3/7/2009):
Manajemen mengindikasikan volume penjualan gas dari bisnis distribusinya akan naik kuat sejak awal tahun ini. Sales volume saat ini sudah mencapai 800 mmcfd, +12% dari level 712 mmcfd pada 1Q09, +38% dari level 578 mmcfd pada FY08.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PGAS juga tidak berniat menaikan harga gas tahun ini karena pilpres, dan harga akan bertahan di $5.50/mmbtu dan kemungkinan naik pada FY10 tergantung pada sejumlah faktor. Kami memprediksi baru ada kenaikan harga gas pada FY11 dan seterusnya, sejalan dengan kenaikan biaya dan inflasi.
Dengan tidak adanya kenaikan harga gas, EBITDA margin untuk FY09-10 akan stabil di 49-50% dengan penjualan tinggi dari projek SSWJ.
Alternatif Suplai Gas
Kami menaikan prediksi EPS sebesar 7% untuk FY09-10 karena kenaikan asumsi volume penjualan, khususnya ke PLN. Kami menaikan average sales volume ke 780 mmcfd untuk FY09, 870 mmcfd untuk FY10. 945 mmcfd untuk FY11. Namun masih ada upside risk dari angka kami karena harga minyak yang tinggi akan mendorong PLTU dan industri untuk mengganti bahan bakar diesel menjadi gas.
Perhatian utama adalah pada kemampuan PGAS mendapatkan supply gas apabila terjadi kenaikan permintaan. Beberapa tahun terakhir ini, belum ada kontrak supply gas jangka panjang.
PGAS juga tetap menjalankan projek receiving terminal LNG di Jawa Barat (bekerja sama dengan PLN dan Pertamina) sebagai alternative supply. Projek LNG ini diperkirakan akan mulai beroperasi pada saat pipeline capacity PGAS mencapai maximum utilisation.
Kami mempertahankan rating OUTPERFORM untuk Perusahaan Gas Negara (PGAS) dengan target harga Rp3650 (dari Rp3600) setelah mengupgrade EPS dan menggunakan discount rate 12.67% pada metode DCF kami. Kami melihat katalis kunci adalah pertumbuhan laba yang kuat, sekitar 30% CAGR karena sales volume yang meningkat pada pengguna pembangkit listrik. Selain itu, pengumuman kontrak penjualan gas dan harga minyak global yang tinggi saat ini juga menjadi faktor lainnya. Resiko utama adalah turunnya harga minyak serta keterbatasan suplai gas.
Β
(qom/qom)











































