"Tentu pilpres akan sangat berpengaruh pada pergerakan rupiah. Perkiraan saya selama periode Senin sampai Rabu akan wait and see ," ujar pengamat valas Farial Anwar saat dihubungi detikFinance , Minggu (5/7/2009).
Menurut Farial, para pemain valas, terutama spekulator asing bakal menunggu hasil pilpres, sehingga diperkirakan tidak ada yang terlalu berani mengambil posisi terlalu tajam.
"Kelihatannya pertarungan pilpres akan cukup ketat, sehingga kelihatannya tidak ada yang berani ambil posisi terlalu tajam," ujarnya.
Oleh sebab itu, Farial memperkirakan pergerakan rupiah selama 3 hari pertama pekan depan akan terbatas, tidak seperti hari-hari biasa yang kisaran pergerakannya bisa mencapai ratusan poin.
"Range harga rupiah kelihatannya akan terbatas, di kisaran Rp 10.175 sampai Rp 10.275," ujarnya.
Meski Farial mengaku tidak menjagokan salah satu kandidat pilpres, namun ia melihat para spekulator asing cenderung menyukai jika Boediono terpilih menjadi wakil presiden.
"Para spekulator asing itukan cenderung opportunis , jadi saya kira mereka lebih menyukai jika Boediono terpilih menjadi wakil presiden. Boediono itu kan selalu mengeluarkan kebijakan yang bisa memberikan ruang gerak bebas pada asing, jadi para spekulator asing juga menyukai Boediono," ujarnya.
Sayangnya, Farial tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi pada pergerakan rupiah terhadap dolar AS jika Boediono terpilih maupun tidak terpilih menjadi wakil presiden.
(dro/dro)











































