IHSG Cemas Tunggu Pemilu

IHSG Cemas Tunggu Pemilu

- detikFinance
Senin, 06 Jul 2009 07:15 WIB
IHSG Cemas Tunggu Pemilu
Jakarta - IHSG pada pekan lalu tercatat menguat 1,72% dari pembukaan di level 2.040,19 menjadi 2.075,30 pada penutupan Jumat akhir pekan. Panin Sekuritas dalam review-nya mencatat, penguatan IHSG didukung oleh faktor internal dalam negeri seperti data inflasi Juni dan suku bunga BI Rate.

Seperti diketahui, BPS mengumumkan inflasi Juni 2009 sebesar 0,11% dan 3,65%yoy. Angka 3,65% ini turun signifikan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang masih tercatat 6,04%.

"Pasar terlihat bergerak menguat mengantisipasikan penurunan suku bunga. Saham sektor perbankan, properti, consumer goods tampak menjadi sasaran trading bagi investor," jelas Panin Sekuritas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disisi lain anjloknya harga minyak yang sempat menyentuh level US$66/barel menjadi sentimen negatif bagi saham berbasis komoditas. Faktor eksternal lain yang mewarnai pergerakan indeks pada pekan lalu adalah data manufaktur AS mengalami kenaikan setelah beberapa saat terus mengalami penurunan.

Bagaimana pergerakan IHSG pada pekan ini?

IHSG pada perdagangan Senin (6/7/2009) diprediksi akan bergerak terbatas di tengah pekan perdagangan yang 'terpotong' libur Pemilu, Rabu 8 Juli 2009. Investor akan lebih banyak menunggu menjelang hasil pemilu, sehingga membuat pergerakan IHSG yang terbatas.

Meski demikian, pergerakan bursa regional masih tetap akan menjadi fokus investor juga. Bursa-bursa regional kini sedang menantikan keluarnya sejumlah laporan keuangan kuartal II yang akan mulai dirilis pekan ini.

Pada perdagangan Kamis (2/7/2009), indeks Dow Jones industrial averaga (DJIA) tercatat ditutup merosot 223,32 poin (2,64%) ke level 8.280,74. Perdagangan di Wall Street libur pada Jumat.

Mengawali perdagangan pekan ini, Bursa Tokyo dibuka masih melemah. Indeks Nikkei-225 dibua melemah tipis 77,58 poin (0,79%) ke level 9.738,49.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:
Β 
Memasuki 'election week' yang kami nilai cukup krusial, indeks diperkirakan akan bergerak mixed atau sideways pada awal pekan. Investor asing dan domestik tampaknya akan menahan diri terlebih dahulu serta memperhatikan perkembangan dan kestabilan politik dalam negeri. Meski demikian, kami masih melihat beberapa saham unggulan yang mengalami penurunan cukup tajam pada pekan lalu cukup menarik untuk diakumulasi kembali.

Secara teknikal, terlihat kecenderungan pola sideways. Volume perdagangan dalam 3 pekan terakhir terlihat terus mengalami penurunan. Kami perkirakan indeks akan bergerak dalam kisaran support-resistance 2.047-2.100.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads