"Hari ini kami melayangkan surat balasan ke Bapepam terkait keanggotaan Sarijaya di BEI," kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, Wan Wei Yiong saat dihubungi detikFinance, Senin (6/7/2009).
Sayangnya, Wei belum dapat mengumumkan isi surat balasan yang dilayangkan BEI ke Bapepam-LK. Namun ia mengatakan, dalam surat balasan tersebut, BEI meminta masukan dan jalan yang terbaik untuk para investor Sarijaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara ketika dikonfirmasi, Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Bapepam-LK Nurhaida mengaku belum menerima surat balasan yang dilayangkan BEI hari ini. Namun Nurhaida mengatakan kalau Bapepam-LK telah membalas surat pertama yang dilayangkan BEI terkait permintaan perpanjangan keanggotaan Sarijaya.
"Kami sudah kirim surat balasan ke BEI, nanti bisa ditanyakan kepada BEI keputusannya soal Sarijaya," ujar Nurhaida.
Pada Mei lalu, BEI melayangkan surat pertama kepada Bapepam-LK untuk meminta pendapat soal kemungkinan memperpanjang SPAB Sarijaya. Sarijaya sendiri disuspensi pada 6 Januari 2009.
Berdasarkan peraturan pasar modal, sebuah sekuritas yang telah mengalami suspensi selama 6 bulan tanpa ada perbaikan-perbaikan yang dianggap memadai, secara otomatis akan dicabut keanggotaannya dari BEI. Artinya, hari ini, 6 Juli 2009, BEI harus memutuskan apakah akan mencabut SPAB Sarijaya atau memperpanjang.
"Pada dasarnya Bapepam dalam surat balasannya menyerahkan kepada BEI keputusan soal keanggotaan Sarijaya. Namun masih ada beberapa hal yang harus kita minta pendapat Bapepam. Jadi hari ini kita kirim surat balasan kepada Bapepam," jelas Wei.
Suspensi Sarijaya dilakukan terkait dengan penggelapan dana nasabah yang dilakukan pemilik Sarijaya Herman Ramli senilai Rp 245 miliar. Hingga saat ini, proses verifikasi saldo efek nasabah-nasabah Sarijaya hampir 100% selesai. Namun nasib dana-dana nasabah yang digelapkan oleh Herman Ramli masih belum menemui kejelasan.
Oleh sebab itu, BEI meminta perpanjangan SPAB Sarijaya agar bursa masih bisa ikut membantu proses penyelesaian dana nasabah Sarijaya.
(dro/lih)











































