IHSG sempat terpotong ke level 2.048, menjelang pelaksanaan pilpres yang diwarnai dengan kekisruhan seputar Daftar Pemilih Tetap (DPT). Namun menjelang penutupan sesi I, penurunan IHSG mulai berkurang.
Pada perdagangan Senin (6/7/2009) sesi I, IHSG ditutup melemah 14,700 poin (0,71%) ke level 2.060,602. Indeks LQ 45 turun 2,517 poin (0,62%) ke level 402,317. Rupiah tenang di level 10.200 per dolar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pagi ini bursa reginal Asia dibuka bervariasi dengan kecenderungan melemah. Demikian pula bursa komoditi terutama harga minyak masih melanjutkan pelemahan. Sepinya sentimen baik dari dalam maupun luar negeri tampaknya akan membuat pergerakan IHSG cenderung mendatar hari ini," demikian analisis dari Sucorinvest.
Perdagangan di seluruh pasar mencatat frekuensi transaksi 30.713 kali pada volume 1.275 juta lembar saham senilai Rp 1,009 triliun. Sebanyak 30 saham naik, 143 saham turun dan 30 saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 150 menjadi Rp 7.050, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 300 menjadi Rp 11.100, International Nickel (INCO) turun Rp 125 menjadi Rp 4.000, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 75 menjadi Rp 3.175, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 80 menjadi Rp 1.970, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 40 menjadi Rp 1.760.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 8.650, Berlian Laju Tanker (BLTA) naik Rp 30 menjadi Rp 960, PGN (PGAS) naik Rp 50 menjadi Rp 3.300, Indika Energi (INDY) naik Rp 125 menjadi Rp 2.575.
(qom/lih)











































