IHSG Lesu Jelang Pilpres

IHSG Lesu Jelang Pilpres

- detikFinance
Selasa, 07 Jul 2009 07:18 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan kembali bergerak lesu menunggu hasil Pemilihan Presiden (Pilpers). Investor memilih menunggu di tengah pilpres yang masih diwarnai kekisruhan seputar Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Kelangsungan pilpres ini akan menjadi momen yang sangat ditunggu para investor. Pilpres diharapkan berjalan dengan mulus agar kestabilan perekonomian tetap berlangsung.

Pada perdagangan kemarin, IHSG terpangkas cukup besar hingga 40 poin menyusul adanya kekisruhan seputar DPT. Namun selesainya masalah setelah MK memutuskan dibolehkannya penggunaan KTP diharapkan mampu meredam kekhawatiran pilpres akan tertunda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun investor akan tetap menunggu dan memilih menunggu konsolidasi. IHSG pada perdagangan Selasa (7/7/2009) diprediksi hanya akan bergerak pada kisaran tipis dengan kecenderungan melemah.

Sementara sentimen positif datang dari bursa regional yang mulai membaik. Pada perdagangan Senin (6/7/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah 44,13 poin (0,53%) ke level 8.324,87.

Bursa Tokyo juga membuka perdagangan Selasa ini dengan penguatan. Indeks Nikkei-225 dibuka menguat 32,75 poin (0,34%) ke level 9.713,62. Namun merosotnya harga minyak dan komoditas bisa membawa sentimen negatif.

Harga minyak kemarin tercatat turun tajam lagi. Kontrak utama minyak light pengiriman Agustus merosot 2,68 dolar menjadi US$ 64,05 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Agustus turun 1,56 dolar menjadi US$ 64,05 per barel.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

IHSG kemarin anjlok -1,94% pada 2.035,010 didorong oleh anjloknya harga komoditas seiring dengan melemahnya harga minyak mentah. Saham sector pertambangan/berbasis komoditas tampak menjadi pendorong turunnya indeks terbesar. Disamping itu, factor agenda politik pemilu presiden yang dilangsungkan besok hari juga membuat investor baik asing dan domestik menahan diri dan melakukan wait and see atas perkembangan kondisi politik dalam negeri.

Secara teknikal, IHSG saat ini tengah bergerak dalam pola sideways/konsolidasi. Kisaran support-resistance 2.003-2.055. Perlu diperhatikan peluang trading pada saham-saham yang sudah memasuki area oversold.

(qom/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads