Indeks S&P 500 +0.3% menjadi 898.72 dan Dow Jones naik 0.5% menjadi 8,324.87. Crude oil future untuk pengiriman Agustus turun 4% menjadi $64.05/barel.
Regional Pagi: Bursa Jepang bergerak dalam rentang tipis pada awal sesi I meskipun Wall Street mengalami penguatan. Canon Inc. melemah, sedangkan Astellas Pharma menguat. Nikkei 225 (-0.3%) 9,656.75. Straits Times (+0.37%) 2,274.53. Kospi (-0.64%) 1,065.83. S&P/ASX 200 (-0.2%)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Companny Focus
ITMG : Best Leveraged on Long Term (BUY / TP : 22.071)
- Kami mempertahankan rekomendasi BUY pada ITMG dengan Target Price Rp 22.071 berdasarkan beberapa hal:
- Kami menaikkan asumsi harga batubara di F09 dan F10 menjadi $75 dan $90
- Kami menurunkan WACC pada valuasi DCF menjadi 15.2% seiring penurunan risk free rate dan market risk premium
- Kami melihat ITMG tidak akan terlalu diuntungkan dengan penguatan harga batubara di 2H09, namun akan sangat berpengaruh pada kinerja perusahaan di tahun 2010.
- Saat ini, ITMG tidak lagi diperdagangkan pada level valuasi yang murah dengan F09/F10 P/E of 7.3x/5.9x.
PTBA : Claiming Back the 'Throne'... (BUY / TP : Rp14.082)
Kami memilih PTBA sebagai pilihan terbaik di sektor batubara dan mempertahankan rekomendasi beli dengan Target Price Rp 14.082. Hal ini didasarkan pada:
- Kami menaikkan asumsi harga batubara pada F09 dan F10 menjadi $75 dan $90.
- Kami melihat kinerja keuangan F09 akan sangat terpengaruh pada kenaikan harga batubara seiring 45% porsi export yang dijual pada harga spot.
- Kami memandang positif pada penetapan harga jual domestik pada PLTU Tarahan dan Bukit Asam, dan resiko penurunan harga jual pada PLTU Suralaya semakin kecil.
- Kami menurunkan WACC pada valuasi DCF menjadi 15.2% seiring penurunan pada risk free-rate dan market risk premium.
PGAS: The money machine
Recomendasi BUY untuk saham PGAS dengan Target 12 bulan kedepan sebesar Rp4,500,- atau 30% lebih tinggi dari harga penutupan kemarin. Target harga kita berdasarkan DCF 10 tahun kedepan dan WACC 10,3%. Beberapa hal yang membuat kita sangat bullish di saham PGAS yaitu:
- Arus Kas menguat sangat pesat setelah proyek SSWJ selesai dan Volume akan meningkat menjadi 917MMFScd dan Laba bersih perseroan akan meningkat 121% CAGR 3 tahun. Tidak ada lagi modal kerja yang besar di butuhkan di jangka pendek sehingga akan menambah nilai wajar perseroan dan Arus Kas yang besar.
- Harga Gas akan diubah dan meningkat setelah Pemilu. Selama 3 tahun terakhir harga jual GAS masih tertahan, ini membuat kita semakin optimis bahwa harga GAS akan ditingkatkan di tahun 2010 awal terutama setelah pemilu.
- Analyst dari sekuritas lain masih belum memfaktorkan kenaikan harga tersebut dan Forex gain tahun ini. Sehingga ini menjadi peluang untuk investor masuk ke saham ini dan menunggu analyst menaikan target mereka masing-masing.
- Meskipun target harga kita terlihat tinggi (Tertinggi dari semua analyst) kita yakin PGAS seharusnya di transaksikan premium dari saham lainnya karena pertumbuhan earning terbesar dari bluechip lainnya, liquiditas yang cukup tinggi dan adalah perusahaan pemerintah yang menjadi kunci pendapatan pemerintah atau kata lain Dividend Plays.
Economic & Industrial news
Economic: Realisasi Investasi Naik 27,2%
Sepanjang 1H09, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi penanaman modal langsung mencapai US$ 7,4 miliar, naik 27,2% dari 2H08 yang sebesar US$ 5,8 miliar. Penanaman modal tersebut mencakup 748 proyek investasi, meningkat dibandingkan dengan periode sebelumnya sebanyak 709 proyek.
Automotive: Penjualan Motor 1H09 Terpangkas 17% yoy
Penjualan motor pada 1H09 terpangkas 17% yoy dari 3.055.327 jadi 2.538.909 unit, seiring turunnya daya beli masyarakat akibat krisi global. Juni09, Honda masih memimpin pasar motor 216.876 unit (45,4%), Yamaha 210.614 unit (44,1%), Suzuki 42.425 unit (8,9%) dan Kawasaki 7.009 unit (1,5%) .
Commodity: Konsumsi Baja 2H09 Diprediksi +15% yoy
Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISA) memprediksi konsumsi baja nasional pada 2H09 akan naik 15% yoy dari 2,62 juta ton jadi 3,11 juta ton, dipicu pengendalian impor dan naiknya harga baja int'l pada awal Juli09 sebanyak 17,5%.
Economic: Pasar Uang Banjir Dana Asing
Setelah puncak krisis global Oktober 2008, penempatan dana asing di surat berharga milik bank sentral dan pemerintah melonjak mencapai titik tertinggi. Imbal hasil dan penurunan persepsi risiko menjadi motif pemodal asing untuk mengincar instrumen tersebut. Dengan adanya lonjakan tersebut, posisi dana asing pada sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat utang negara (SUN) menjadi US$ 2,03 miliar dan US$ 8,50 miliar.
Corporate news
BUDI: Tuntaskan Pembangunan 4 PLTBG
1H09, BUDI merampungkan empat Pembangkit Listrik Tenaga Bio Gas (PLTBG) dari delapan PLTBG yang akan dibangun tahun ini. Total investasi proyek PLTBG tersebut sebesar US$ 30 juta. Kapasitas empat PLTBG yang rampung sebesar 15 MW dari total 25 MW dengan terget penyelesaian tahun depan.
MEDC: Tunda 3 proyek U$3 M
MEDC menunda tiga proyek senilai U$3 miliar karena belu adanya persetujuan dari pemerintah dan kesepakatan harga jual listrik kepada PLN. Ketiga proyek tersebut meliputi PLTP di Sarulla, Sumut senili U$600 juta, proyek LNG di Senoro, Sultra U$1,8 miliar dan pengembangan Blok A di NAD U$600 juta.
RMBA: Tender Offer Belum Pasti
Hingga saat ini, Bapepam-LK belum bisa memberi kepastian pemberian pernyataan efektif pelaksanaan tender offer saham RMBA. Pasalnya, Bapepam masih meminta British American Tobacco merevisi informasi tambahan terkait tender offer 14,87% saham RMBA.
BTEL: Isyaratkan Merger pada 2010
BTEL mengisyaratkan merger dan akuisisi dengan operator telekomunikasi pada medio 2010, seiring ketatnya persaingan di sektor tersebut. Saat ini perseroan tengah menyiapkan dana untuk merger dan akuisisi tersebut. Disinyalir TLKM berminat atas BTEL. Namun, perseroan mengatakan saat ini belum ada pembicaraan dengan pihak manapun.
MIRA: Finalisasi Utang U$3,15 Jt
MIRA memfinalisasi pinjaman bank U$3,15 juta untuk mengakuisisi 22,50% saham PT Pangansari Utama senilai U$4,5 juta. Pembayaran akuisisi (closing) dilakukan pada 1 Agus09.
ELSA: Soetrisno Bachir Gagal Akuisisi Elnusa Tristar
Ramba Energy Ltd, perusahaan yang dikendalikan Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir gagal mengakuisisi 75% saham Elnusa Tristar senilai U$150 juta. Pasalnya, hingga batas waktu pada 30 Juni09 tidak juga menuntaskan akuisisi tersebut.
KARK: Pendapatan FY09 Ditargetkan Rp467,2 M (+24,7% yoy)
Pendapatan FY09 ditargetkan naik 24,7% yoy dari Rp372,53 miliar jadi Rp467,2 miliar , dipicu naiknya produksi batubara 50,58% yoy dari 656,09 tibu MT jadi 988 ribu MT. Sementara itu, perseroan tengah mengajukan penawaran kepada PLN untuk pengadaan batubara dan berupaya memperoleh dua kontrak penjualan batubara dari perusahaan lokal dan asing.Β
ASIA: Targetkan Penjualan FY09 Rp600 M
ASIA menargetkan penjualan FY09 Rp600 miliar dan laba bersih Rp30 miliar, dikontribusi dari penjualan batubara Rp220 miliar, timah Rp360 miliar dan mangan Rp20 miliar. Penjualan batubara 1H09 sebesar Rp100 juta. Saat ini, perseroan bekerja sama dengan PT Timah Nusantara untuk produksi timah 300 ton/bulan di Bangka yang akan diekspor ke Singapura.Β
INDY: Resmi Kuasai 81,15% saham PTRO
Akhirnya, INDY telah menuntaskan akuisisi 81,95% saham PTRO senilai U$83,8 juta dari Clough International Singapore Pte Ltd.
Β
Market Flash
US : Bursa saham rebound seiring membaiknya outlook pasar kredit
Companny Focus
ITMG : Best Leveraged on Long Term (BUY / TP : 22.071)
PTBA : Claiming Back the 'Throne'... (BUY / TP : Rp14.082)
PGAS: The money machine, Initiating (BUY / TP: Rp4,500)
News Highlight
Economic & Industrial News
Economic: Realisasi Investasi Naik 27,2%
Automotive: Penjualan Motor 1H09 Terpangkas 17% yoy
Commodity: Konsumsi Baja 2H09 Diprediksi +15% yoy
Economic: Pasar Uang Banjir Dana Asing
Corporate News
BUDI: Tuntaskan Pembangunan 4 PLTBG
MEDC: Tunda 3 proyek U$3 M
RMBA: Tender Offer Belum Pasti
BTEL: Isyaratkan Merger pada 2010
MIRA: Finalisasi Utang U$3,15 Jt
ELSA: Soetrisno Bachir Gagal Akuisisi Elnusa Tristar
KARK: Pendapatan FY09 Ditargetkan Rp467,2 M (+24,7% yoy)
ASIA: Targetkan Penjualan FY09 Rp600 M
INDY: Resmi Kuasai 81,15% saham PTRO
Rumours
Harga saham MITI berpotensi Rp100-150/saham. Kabarnya, perusahaan kelas kakap nasional tengah mengincar saham MITI dan siap menjadi mitra strategis.
Harga saham PNBN berpotensi ke Rp850-1.000/saham, seiring akan naiknya rasio kecukupan modal (CAR) jadi 24,6% dari konversi waran seri IV senilai Rp1,61 triliun.
Corporate Action
Cum dividen Fast Food Indonesia Tbk (FAST) sebesar Rp57/saham Ex-dividen (9/7)
Cum rights issue Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) ratio 1(New) : 3 (Old) sebesar Rp425/saham.
Technical Picks
IHSG (2.035,01) β Enter the Consolidating Phase
ANTM (Rp 1.920) β Buy on Weakness
INCO (Rp 3.925) β Buy on Weakness
TINS (Rp 1.880) β Buy on Weakness
(etr/lih)











































