Goldman Sach Digoyang Pencurian Kode Perdagangan Rahasia

Goldman Sach Digoyang Pencurian Kode Perdagangan Rahasia

- detikFinance
Selasa, 07 Jul 2009 11:18 WIB
Goldman Sach Digoyang Pencurian Kode Perdagangan Rahasia
New York - Raksasa finansial, Goldman Sachs Group Inc diguncang kasus pencurian kode perdagangan rahasia. Pelakunya adalah mantan programmer komputer di Goldman.

Sergey Aleynikov, 39 tahun, si tersangka pencurian kode perdagangan rahasia telah dibebaskan dari penjara federal setelah menyerahkan uang jaminan US$ 750.000 pada Senin (6/7/2009).

Menurut juru bicara FBI, James Margolin seperti dikutip dari Reuters, Selasa (7/7/2009), Aleynikov ditangkap pada Jumat, 3 Juli atas tuduhan "pencurian rahasia perdagangan".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam dokumen pengadilan, disebutkan bahwa Aleynikov dituduh menyalahgunakan kode komputer yang merupakan milik perusahaan tempat dia bekerja. Dokumen itu tidak menyebutkan nama perusahaannya, namun sebuah sumber menyatakan perusahaan tersebut adalah Goldman Sachs. Sebuah transkrip kehadiran menguatkan Aleynikov bekerja di Goldman.

FBI menyatakan, Alenikov telah bekerja di institusi finansial sejak Mei 2007 hingga 5 Juni. Ia selanjutnya bekerja pada perusahaan yang fokus pada perdagangan otomatis dengan volume tinggi.

Aleynikov merupakan imigran dari Rusia yang tinggal di New York. Ia ditangkap saat akan bertolak di Newark Liberty International Airport.

Seorang pejabat menyatakan Aleynikov telah mencuri sebuah kode untuk perdagangan saham dan komoditas otomatis yang rumit. Pria dengan penghasilan US$ 400.000 per tahun itu secara tidak pantas menggandakan kode komputer dan meng-upload-nya ke sebuah server di Jerman.

Seorang agen FBI dalam dokumen pengadilan menyatakan, usai ditangkap, Aleynikov menyatakan bahwa ia hanya ingin mengumpulkan file 'open source' yang telah dia kerjakan, namun kemudian menyadari bahwa ia mendapatkan file lebih dari yang ia harapkan.

Istri Alenikov, Elina menyatakan suaminya tidak bersalah. Dalam wawancaranya dengan Reuters, ia menyatakan bahwa suaminya telah bekerja keras di Goldman dan menjadi warga negara yang baik di AS.
(qom/lih)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads