ICDX Incar 5 Transaksi Komoditi Berjangka

ICDX Incar 5 Transaksi Komoditi Berjangka

- detikFinance
Selasa, 07 Jul 2009 14:19 WIB
ICDX Incar 5 Transaksi Komoditi Berjangka
Jakarta - PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) atau Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) yang baru saja mendapat izin usaha mengoperasikan bursa berjangka baru, menargetkan transaksi komoditi berjangka untuk 5 produk komoditi primer yaitu CPO, Emas, Batubara, Timah dan Kakao.

Hal ini dikatakan oleh Managing Director BKDI atau ICDX Megain Widjaja dalam acara peluncuran ICDX di Financial Hall, Selasa (7/7/2009).

Megain mengatakan sampai tahun 2010 nanti, perseroan akan masih memfokuskan pada 5 komoditi primer yaitu batu bara, timah, kakao yang rencananya mulai ditransaksikan pada tahun depan. Sedangkan pada tahun 2009 ini pihaknya baru hanya akan mentransaksikan dua komoditi yaitu CPO dan emas.

"Sampai akhir tahun ini (2009) kita fokus pada CPO (crude palm oil) dan emas," imbuhnya.

Sayangnya Megain, enggan untuk menyampaikan berapa besar target transaksi yang bisa diraih oleh ICDX dalam setiap harinya, pihaknya akan menargetkan transaksi sebanyak-banyaknya.

Meskipun ia mengatakan fee yang akan diberikan sebesar Rp 10.000 per lot yang mengikuti patokan (benchmark) internasional. Satu lot dalam komoditi CPO sama dengan 25 ton CPO, sedangkan untuk emas 1 kg per lot-nya.

"Transaksi harian itu sebanding lurus dengan members kita, ya sebanyak-banyaknya," kilahnya.

Operasi September 2009

Sementara itu Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Deddy Saleh ditempat yang sama mengatakan ICDX harus mampu bisa beroperasi efektif atau mulai bertransaksi bursa berjangka pada bulan September-Oktober 2009.

"Saya paksa dia (ICDX) supaya September dan Oktober bisa beropeasi, kalau hari ini mungkin soft launching, nanti itu hard launching," seru Deddy.

Selama ini kata Deddy, bursa berjangka di Indonesia terutama yang dilakukan oleh Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) masih kalah pamor dengan para penyelenggara bursa berjangka dunia. Hal ini dapat dilihat masih banyaknya pelaku usaha lokal yang transaksi bursa berjangka komoditi di luar negeri karena masalah kepercayaan.

Deddy mengharapkan dengan hadirnya ICDX sebagai salah satu bursa berjangka baru atau kedua setelah BBJ di Indonesia, bisa meningkatkan kinerja bursa berjangka di Indonesia terutama sebagai lindung nilai bagi para eksportir.

Selain itu, diharapkan bisa mendorong Indonesia sebagai basis referensi harga komoditi dunia yang selama ini dikuasai luar negeri dan bisa meningkatkan jumlah transaksi dan tingkat hedging di bursa berjangka Indonesia.

"Makanya siapkan sarana dan prasarana yang baik, agar mereka nyaman, pelayanannya yang baik," pesannya. (hen/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads