"Jika tidak ada aral melintang bulan Agustus 2009 kesepakatan akuisisi bisa diselesaikan," ungkap Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Nusantara Infrastruktur Tbk Danni Hasan dalam siaran persnya, Rabu (8/7/2009).
Proyek tersebut kabarnya bakal selesai pada semester I-2010 dan diharapkan akan menyumbang kontribusi pendapatan cukup signifikan terhadap Perseroan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presdir PT Nusantra Infrastruktur Tbk, M. Ramdani Basri menambahkan, perseroan adalah pengelola ruas jalan tol yang komit dalam pengembangan.
"Setiap tahun kami senantiasa memiliki proyek baru meski dari sisi usia PT Nusantara Infrastruktur Tbk tergolong muda," katanya.
Jika proses akuisisi ini tuntas maka PT Nusantara Infrastruktur Tbk akan memiliki empat ruas jalan tol. Sebelumnya PT Nusantara Infrastruktur Tbk telah menjalankan tiga ruas tol. Pertama, ruas jalan tol Jakarta-Bumi Serpong Damai (BSD), yang dikelola oleh anak usaha perseroan, PT Bintaro Serpong Damai. Panjang jalan tol Jakarta-BSD adalah 7,25 Km
Tol Jakarta-BSD merupakan jenis community tol (tol komunitas), artinya tol yang pengguna utamanya adalah komunitas tertentu, seperti mereka yang tinggal di kawasan BSD.
Kedua, ruas tol Bosowa-Makasar, yang dijalankan oleh anak usaha perusahaan, PT Bosowa Marga Nusantara. Panjang jalan tol Bosowa-Makasar adalah 5,95 Km. Tol Bosowa-Makasar termasuk jenis citi tol (tol dalam
kota).
Ketiga, ruas tol Bandara Seksi 4 Makasar, yang dioperasikan oleh anak usaha perseroan, PT Jalan Tol Seksi Empat. Panjang jalan tol ini 11,57 Km atau menjadi yang terpanjang di antara ruas jalan tol yang dikelola PT Nusantara Infrastruktur Tbk. Tol Bandara Seksi IV Makasar merupakan tol jenis Business Strategic (strategi bisnis) karena menghubungkan daerah tertentu dengan tempat bisnis, seperti banda udara.
Hingga kini, pendapatan terbesar berasal dari kontribusi BSD sebesar 58,5% dari total penerimaan Perseroan sedangkan BMN dan JTSE sisanya. Pada kuartal pertama tahun 2009, pendapatan ruas ini mencapai Rp 19,34 miliar atau naik 2,38% dari nilainya setahun lalu. Sementara itu, ruas tol Bosowa Makasar memberi kontribusi sebesar Rp 6,24 miliar. Adapun tol seksi IV Makasar memberi pemasukan sebanyak Rp 15,63 miliar.
(qom/lih)











































