Pergerakan IHSG terjadi di tengah bursa-bursa regional yang cukup variatif. Indeks Nikkei-225 menutup sesi I dengan melemah 49,67 poin ke level 9.371,08, Straits Times menguat 26,49 poin ke level 2.286,26.
Dan setelah sempat menguat, IHSG akhirnya menutup sesi I perdagangan Kamis (9/7/2009) di teritori negatif. IHSG tercatat turun tipis 3,811 poin (0,18%) ke level 2.079,436. IHSG sempat mencapai level tertingginya di 2.116,859. Sementara rupiah tenang-tenang saja di 10.226 per dolar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan di seluruh pasar mencatat frekuensi transaksi 73.929 kali pada volume 5.271 juta lembar saham senilai Rp 4,890 triliun. Sebanyak 65 saham naik, 100 saham turun dan 59 saham stagnan.
Nilai perdagangan cukup besar karena ada eksekusi 20% saham Mega Value Profits Limited di PT Adira Multidinamika Finance Tbk (ADMF) senilai Rp 1,427 triliun oleh Bank Danamon.
Saham-saham yang melemah di jajaran top loser antara lain PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 400 menjadi Rp 11.150, International Nickel (INCO) turun Rp 200 menjadi Rp 3.850, Telkom (TLKM) turun Rp 250 menjadi Rp 8.300, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 70 menjadi Rp 1.830.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 700 menjadi Rp 24.200, BRI (BBRI) naik Rp 450 menjadi Rp 6.950, BNI (BBNI) naik Rp 60 menjadi Rp 1780, Jasa Marga (JSMR) naik Rp 40 menjadi Rp 1.680.
(qom/lih)











































