Follow detikFinance
Jumat, 10 Jul 2009 09:39 WIB

Market Flash eTrading

- detikFinance
Jakarta - Pada perdagangan kemarin IHSG bergerak sangat liar, Sell on News setelah kubu demokrat diperkirakan akan memenangi dalam satu ronde meskipun semua analyst memperkirakan market akan rally kemarin. Ternyata rally hari selasa (T-1 pemilu) market sudah memfaktorkan satu ronde. Anyway, past is past. Kita akan membahas future. Ke depan kita tidak akan ada pemilu lagi, apa yang akan menjadi alasan untuk market kembali rally. Apakah selamanya market akan bermain dengan sentiment, dan menghiraukan fundamental. Tidak bisa kita pungkiri meskipun Indonesia memiliki cerita dan pertumbuhan yang lebih baik dari negara lain pergerakan index kita akan di pengaruhi segara global. Namun apa yang menjadi cerita menarik dari IHSG, Indonesia adalah leader di bursa dunia artinya IHSG recover atau naik lebih cepat dibandingkan bursa lain ketika market bull dan menjadi bursa yang turun terakhir ketika market bear. Jadi, sekarang anda seharusnya sudah tahu apa yang harus anda lakukan.

Di market para teknikal analyst masih bingung dengan pergerakkan index, apakah ini inflation V shape atau deflation L shape. Kita melihat kuartal 3Q09 ini akan lebih sangat volatile, trader akan bekerja full-time dimasa ini dan untuk investor saham blue-chip yang cenderung tidak volatile bisa menjadi pilihan. Seperti, BBRI (Program KUR dari SBY), ASII (suku bunga rendah), PGAS (repricing setelah adjustment harga listrik negara), TLKM (Defensive plays) dan SMCB (belanja infrastruktur dari pemerintah).

Guru Says: "It takes 20 years to build a reputation and five minutes to ruin it. If you think about that, you'll do things differently."- Warren Buffett

Dow Jones: Saham US naik setelah analis meng-upgrade Goldman sachs Group Inc. dan memicu rally di saham keuangan, sementara rebound di harga natural gas menaikkan produsen energi, sedangkan treasuri turun. Glodman Sachs naik 3.4% setelah Bank of America Corp. menyarankan untuk membeli sahamnya dan mengatakan perusahaan tersebut kemungkinan akan mencatat pendapatan trading. Southwestern Energy Co. dan Cabot Oil & Gas Corp. naik sedikitnya 4.8%, Merck & Co. turun 3.7% dan memimpin penurunan pada perusahaan farmasi setelah Natixis Bleichroeder men-downgrade sahamnya. Indeks S&P 500 naik 0.4% menjadi 882.68 dan Dow Jones naik 0.1% menjadi 8,183.17. Treasuri turun sebagaimana penjualan pemerintah akan 30-year bonds senilai $ 11 milyar menggambarkan penurunan permintaan dari penjualan sebelumnya. Indeks S&P 500 turun 0.2% menjadi 879.56 sedangkan Dow naik 0.2% menjadi 8,178.41.

Regional Pagi: Bursa Jepang menguat setelah pelemahan tujuh sesi berturut-turut, dengan Fast Retailing memimpin penguatan peritel setelah mencatat peningkatan laba kuartalan dan meningkatnya prediksi tahunan. Nikkei 225 (+0.4%) 9,327.13, Topix Index (+0.3%) 876.78. KOSPI INDEX (-0.04%) 1,430.26. S&P/ASX 200 INDEX (+0.67%) 3,788.60. Straits Times (-0.05%) 2,306.49.

Commodity: Harga minyak menguat dari pelemahan selama 7 pekan seiring dollar melemah terhadap nilai tukar negara lainnya, memacu permintaan komoditas menyusul hedge terhadap inflasi. Harga minyak untuk pengiriman bulan Agustus (+0.4%) US$ 60.41/barel pada 2:43 p.m. di Nymex, kenaikan pertama sejak 29 Juni. Harga minyak sempat menyentuh US$ 59.25, level terendah sejak 19 Mei. Harga turun US$ 11.53 (-0.6%) selama 6 hari terakhir.

Economic & Industrial news
Economic: Pemerintah Yakin Inflasi 4%, BI Rate Akan Turun ke 6%
Pemerintah akhirnya yakin inflasi FY09 bisa sebesar 4% yang tercantum dalam RAPBN-P 2009, sebab inflasi year-to-date baru mencapai 0.21%. BPS juga meyakini dengan rata-rata inflasi bulanan di bawah 0.5%, inflasi akhir tahun akan berkisar 3%-4%, ditambah dengan stabilitas rupiah, pemerintah akan menurunkan BI rate kembali hingga ke level 6%.

Economic: Sektor Manufaktur Pulih 3Q09
Industri manufaktur nasional diprediksikan mulai pulih pada pertengahan 3Q09 setelah pada 1H09 berada pada tahap penyesaian dan konsolodasi. Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian Agus Tjahjana berpendapat pemulihan industri manufaktur ini dapat terjadi dengan dorongan dari peningkatan pasar domestik memasuki bulan puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, tren ekspor terus membaik.

Banking: Kredit Perbankan Tumbuh 0.5% di Mei
Pertumbuhan kredit perbankan nasional menunjukkan pemulihan dengan tumbuh 0.5% di Mei menjadi Rp1.305,38 tn dari posisi April Rp1.297,64 tn. Pinjaman berdenominasi rupiah sebesar Rp1.091,83 tn dan dolar sebesar Rp213,55 tn. Pertumbuhan kredit terjadi setelah adanya penurunan BI rate menjadi 6.75%.

Automotive: Pasar Motor Terdongkrak Penurunan Bunga
Penurunan suku bunga kredit oleh perusahaan pembiayaan (leasing) diperkirakan melambungkan pasar motor pada 2H09. Pemangkasan bunga kredit dinilai sebagai titik balik kebangkitan pasar motor. Menurut Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), pasar motor tahun ini diperkirakan mampu mencapai 5 juta unit, lebih tinggi dari prediksi awal sebesar 4,4 juta unit. Tahun lalu penjualan motor nasional mencapai 6,2 juta unit. 

Corporate news
BUMI: FMR Kurangi Saham
FMR LLC yang diwakili oleh Fidelity Investment di Masschusetts, AS mengurangi saham di BUMI secara bertahap pada 1-6 Juli09 seharga U$0,17-U$1,18/saham. Sehinga kepemilikannya menjadi 877,27 juta saham atau 4,52%. Kepemilikan FMR di BUMI semata-mata untuk investasi bukan mengendalikan perseroan.
 
TINS: Cadangan Timah Bertambah
Juni09, TINS menemukan ladang timah baru memiliki cadangan terukur 9.327,43 ton timah, dengan potensi 1,36 kg timah per meter kubik di Kondur dan Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Selanjutnya, perseroan telah menghabiskan capex Rp 10,58 miliar selama 1H09 untuk proses eksplorasi dan dana operasional Rp 5,67 miliar.

ANTM: Investasi Tambang Emas Cibaliung Rp400 M
Investasi ANTM untuk pengembangan tambang emas Cibaliung, Banten senilai U$40 juta atau Rp400 miliar dan U$8 juta untuk akuisisi Cibaliung. Pendanaan berasal dari kas internal. Sementara itu, per 31 Des08 cadangan dan sumber daya tambang emas di Pongkor naik 34% jadi 5,3 juta wmt.

AALI: Produksi 1H09 Naik Tipis 1,1% yoy
AALI mencatat produksi CPO 1H09 naik tipis 1,1% yoy dari 494.074 ton jadi 499.444 ton seiring naiknya TBS +1,3% yoy dari 1,96 juta ton jadi 1,99 juta ton. Peningkatan produksi TBS terbesar berasal dari Kalimantan sebanyak 675.507 ton CPO (+8%) dan Sulawesi 400.248 ton (+5,6%), sedangkan Sumatera 913.140 ton (-4,8%).

BBRI: Dalam Sebulan BRI Salurkan Rp5 Tn
BBRI sangat optimis pertumbuhan kredit FY09 sebesar 22% menjadi Rp35 tn. Dalam sebulan BBRI mampu menyalurkan kredit hingga Rp5 tn ke sektor UMKM dan proyek-proyek yang dijamin pemerintah seperti proyek10 ribu MW dan manajemen mengindikasikan pertumbuhan kredit yang lebih agresif memasuki 2H09. Untuk menunjang ekspansi kredit BBRI tiap bulan membangung 500 kantor operasional.

BBNI: Kuasai 31% Pangsa Pasar Kredit Sindikasi
BBNI menguasai pangsa pasar kredit sindikasi nasional selama 1H09 dengan porsi 31% dari total market share atau senilai US$811 juta. Kredit korporasi BBNI tumbuh 10% QoQ menjadi Rp45.88 tn atau 40% dari total kredit Rp114.7 tn. BBNI juga tengah menjajaki proyek PLTU Mulut Tambang Sumsel dengan kebutuhan pembiayaan bank US$230 juta, namun BBNI akan membiayai proyek dalam rupiah.

BTPN: Akan Emisi Obligasi Rp700 M
BTPN berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp500- Rp700 miliar dalam dua tranche bertenor 3 tahun dan 5 tahun. Perseroan telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan PT CIMB-GK Securities sebagai underwriter.
 
DAVO: Rugi 1Q09 Rp837,452 M , Kelangsungan Usaha Diragukan
DAVO mencatat kerugian 1Q09 sebesar Rp837,452 miliar vs 1Q08 untung Rp111,526 miliar. Kerugian dipicu turunnya penjualan cocoa 32,82% yoy dari Rp520,600 miliar jadi Rp349,727 miliar. Sementara akuntan audit laporan keuangannya meragukan kelangsungan usahanya karena besarnya defisiensi modal dan akumulasi defisit.

UNTR: Sisa Rights Issue Rp697,94 M

UNTR memiliki sisa rights issue 2008 sebesar Rp697,94 miliar dari total Rp3,56 triliun. Perolehan dana rights issue sudah digunakan untuk akuisisi PT Tuah Turangga Agung, modal kerja dan capex anak usahanya PT Pama Persada.

DGIK: Raih Kontrak 1H09 Rp600 M
DGIK meraih kontrak 1H09 sebesar Rp600 miliar meliputi pembangunan bandar udara Kuala Namu dan sejumlah proyek swasta. Saat ini, perseroan tengah mengincar satu proyek konstruksi Rp100 miliar.

MLPL: Berencana Reverse Stock 10:1
MLPL berencana untuk reverse stock dengan rasio 10:1. Ini berarti, 10 saham lama akan digabung menjadi satu saham sehingga total saham yang telah beredar menciut jadi 678 juta dari semula 6,78 miliar saham. Selanjutnya, berniat menerbitkan saham seri C dengan mengubah saham seri B yang nanti bernilai Rp 1.250 per saham, menjadi saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Market Flash
US : Perbankan rally, Treasury turun, Bursa US naik

News Highlight
Economic & Industrial News
Economic: Pemerintah Yakin Inflasi 4%, BI Rate akan Turun ke 6%
Economic: Sektor Manufaktur Pulih 3Q09
Banking: Kredit Perbankan Tumbuh 0.5% di Mei
Automotive: Pasar Motor Terdongkrak Penurunan Bunga

Corporate News

BUMI: FMR Kurangi Saham
TINS: Cadangan Timah Bertambah
ANTM: Investasi Tambang Emas Cibaliung Rp400 M
AALI: Produksi 1H09 Naik Tipis 1,1% yoy
BBRI: Dalam Sebulan BRI Salurkan Rp5 Tn
BBNI: Kuasai 31% Pangsa Pasar Kredit Sindikasi
BTPN: Akan Emisi Obligasi Rp700 M
DAVO: Rugi 1Q09 Rp837,452 M , Kelangsungan Usaha Diragukan
UNTR: Sisa Rights Issue Rp697,94 M
DGIK: Raih Kontrak 1H09 Rp600 M
MLPL: Berencana Reverse Stock 10:1

Rumours

Harga saham BBKP berpotensi ke Rp400-500/saham. Kabarnya, investor asing berminat membeli sebagian saham perseroan.
Harga saham BISI berpotensi ke Rp2.000-2.500/saham, seiring diproyeksikannya laba yang besar dari penjualan bibit hibrida serta rencana stocksplit 1:5 yang dipastikan terlaksana dalam waktu dekat.

Corporate Action

Listing date Metropolitan Kentjana Tbk berkode MKPI dengan harga penawaran Rp2.100/saham
Cum dividen Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) sebesar Rp350/saham Ex dividen (13/7)

Technical Picks

BBRI (7100) – Sell on strength
ENRG (Rp 350) – Buy on weakness
JSMR (Rp 1680) – SELL
ELTY (Rp 320) – Sell on Strength



(etr/lih)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed