Menurut Sekretaris Kementerian Negara BUMN Said Didu, jumlah piutang yang akan dikonversi jumlahnya di bawah Rp 100 miliar.
"Kita (pemerintah) pasti tambah saham lagi. Itu tidak perlu RUPS karena sudah masuk prospektus waktu PGN mau IPO," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (10/7/2009).
Ia mengatakan, walau jumlah saham pemerintah yang bertambah di PGN tidak besar, hal itu bisa memberi tambahan hak dividen yang disetor.
"Lumayanlah biar cuma nambah sedikit, itu akan menambah dividen pemerintah," jelasnya.
Hingga saat ini, keputusan untuk mengkonversi piutang menjadi saham tersebut masih menunggu restu dari Departemen Keuangan.
Pihaknya mengharapkan izin tersebut bisa cepat keluar. Dengan begitu, tarikan dividen emiten berkode PGAS itu tahun depan bisa lebih besar.
"Harus cepat, supaya pemerintah bisa menikmati tambahan dividen," tegasnya.
Konversi utang ini merupakan kelanjutan dari konversi saham PGN yang sebelumnya dilakukan pemerintah sebanyak 992.724.172 saham pada 16 April 2009.
(ang/dnl)











































