"Kami memang sudah melakukan pendekatan intens dengan Menneg BUMN. Beliau sudah keluarkan pernyataan bahwa IPO BUMN belum bisa berjalan pada masa jabatannya,tetapi menunggu program menteri BUMN yang baru," ujar Direktur Utama Bursa Efek
Indonesia (BEI), Ito Warsito di kantornya, SCBD, Jakarta, Jumat (10/7/2009).
Menneg BUMN Sofyan Djalil memang sebelumnya menyatakan kalau IPO BUMN tidak bisa dilaksanakan pada masa kepemimpinannya. Keputusan ini mengisyaratkan kalau realisasi IPO BUMN bisa dilaksanakan setelah pergantian kepemimpinan, pasca terpilihnya pemerintahan yang baru.
Lebih jauh Ito mengatakan, BEI masih menunggu kepastian komposisi susunan menteri yang baru dan menunggu keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) baru.
Sebagaimana diketahui, beberapa BUMN yang akan melakukan IPO, seperti,PT Bank Tabungan Negara (BTN), PT Garuda Indonesia, PT Perkebunan Nusantara III, IV, dan VII, PT Waskita Karya, dan PT Pembangunan Perumahan. Perusahaan-perusahaan tersebut sangat potensial untuk meningkatkan kapitalisasi pasar di bursa.
Sebenarnya, Ito mengakui, pihak bursa sendiri sudah siap melakukan pendekatan dengan menteri BUMN yang baru terpilih nanti, jika tidak ada perubahan.
"Pendekatan ini sangat penting, mengingat target emiten yang akan listing di bursa sampai akhir tahun harus mencapai 15 emiten," ujarnya.
Kendati demikian, Ito tetap optimistis target 15 emiten tersebut dapat direalisasikan tahun ini. Saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang melaporkan akan mencatatkan sahamnya atau listing di BEI. Namun dia belum dapat memberitahukan ke publik emiten apa saja yang akan melakukan pencatatan saham perdananya.
"Sebelumnya bursa mengundang emiten berkumpul pada suatu tempat perihal sosialisasi listing, sekarang pendekatan dengan cara yang agak berbeda," katanya.
Sekadar diketahui, hingga saat ini sudah ada enam emiten tahun ini yang listing di lantai bursa, yaitu PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO), PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI), dan PT Inovisi Infracom Tbk (INVS), PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) dan PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI).
Dan satu lagi, perusahaan yang akan mencatatkan sahamnya di BEI adalah PT Katarina Utama. Perusahaan penyedia layanan telekomunikasi ini akan mencatatkan saham di BEI pada Selasa (14/7) mendatang. Selanjutnya, dia menambahkan, pihak bursa saat ini intens melakukan kunjungan dan mendekati calon emiten secara langsung.
(dro/dnl)











































