"Kami masih melakukan study seismik di Blok Tonga. Pada tahun 2011, kami harapkan
produksinya bisa mencapai 2.000 bph," ujar Chief Operation Officer PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), Amir Balfas dalam media gathering di Wisma Mulia, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (13/7/2009).
Pada pertengahan tahun lalu, ENRG telah mengakuisisi 53,4 persen kepemilikan tidak langsung di Blok Tonga yang terletak di Sumtera Utara senilai US$ 11,8 juta. Menurut perkiraan awal, blok ini memiliki cadangan migas setara dengan 90 juta barel minyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ENRG memiliki 70 persen kepemilikan di PT Artha Widya Persada yang memiliki 100 persen kuasa pertambangan di blok GMB Tabulako di Kalimantan Selatan. Selain itu, ENRG juga memiliki 70 persen dari PT Visi Multi Artha yang pada saat ini memiliki 60 persen kuasa pertambangan di Blok GMB Sangatta-2 di Kalimantan Timur.
"Produksi komersial baru bisa dilakukan pada 3-4 tahun ke depan karena sifat natural gas kan prosesnya panjang," ungkapnya.
Amir menjelaskan potensi awal cadangan di kedua lapangan tersebut sebesar 1,5 TCF. "Itu baru potensi awal, saat ini kami juga tengah melakukan study untuk mengetahui cadangan sesungguhnya di sana," ungkapnya.
(epi/lih)











































