Pada perdagangan Selasa (14/7/2009), rupiah dibuka menguat tipis ke 10.250 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 10.275 per dolar AS.
Sementara dolar AS di pasar global juga tertahan pada pergerakan yang sempit karena investor menantikan data-data indikator ekonomi terbaru, termasuk laporan keuangan sejumlah perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor memilih menahan diri menjelang keluarnya data inflasi AS, aktivitas manufaktur dan laporan sektor perumahan pada pekan ini. Sementara data pengangguran akan dirilis awal bulan depan.
Kathy Lien, analis dari Global Forex Trading mengatakan, sebagian investor kini menunggu data penjualan ritel yang akan dirilis pada Selasa. Data itu dianggap sebagai salah satu indikator momentum ekonomi.
"Sekarang, para pialang tergantung dari angka penjualan ritel untuk menginjeksikan sejumlah volatilitas lagi ke pasar valas," ujarnya.
(qom/qom)











































