Hal ini disampaikan Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR Suharso Monoarfa dalam rapat kerja bersama Menteri Keuangan dan Bank Indonesia di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin malam (13/7/2009).
"Seiring dengan meningkatnya kepercayaan investor, arus modal akan kembali masuk. Nilai tukar rupiah akan cenderung menguat pada kisaran Rp 10.000/US$ pada semester II-2009, sehingga rata-rata nilai tukar 2009 adalah Rp 10.500/US$," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat yang sama, Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono mengatakan, kestabilan nilai tukar rupiah memang lebih dipengaruhi sentimen global.
"Kalau lihat situasi sekarang kita harap (rupiah) lebih stabil, mudah-mudahan global tidak ada shock-shock lagi. Hari (Senin) ini agak sedikit melemah karena masalah global terutama di AS, karena dikhawatirkan unemployment tinggi sehingga diperlukan stimulus dan berimbas ke capital market dan berimbas sedikit ke kita," pungkas Hartadi.
(dnl/lih)











































