Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Selasa, 14 Jul 2009 09:51 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Bank kembali mendrive market regional setelah Upgrade earning dari beberapa analis. Menurut saya investor terlalu pesimistis dengan bull market dan pengamat tidak yakin dengan recover tahun 2010. Dari pandangan saya, kita memasuki zone senja kala dimana harga saham naik namun earning masih tertekan namun saya kembali mengingatkan Asset = Sentimen + Likuiditas + Fundamental. Kita sudah memiliki yang pertama dan kedua, tinggal menunggu yang ketiga yaitu Fundamental.

Guru Says: "I think you have to learn that there's a company behind every stock, and that there's only one real reason why stocks go up. Companies go from doing poorly to doing well or small companies grow to large companies." - Peter Lynch

Dow Jones: Saham US rally dan membuat S&P mengalami kenaikkan yang paling menguntungkan dalam enam minggu sebagaimana analis Meredith Whitney merekomendasikan untuk membeli saham Goldman Sachs Group Inc. dan mengatakan adanya kemungkinan perbankan akan naik 15%. Goldman sachs naik 5.3% setelah Whitney memberikan rekomendasi buy hanya kepada perusahaan itu di antara delapan perusahaan yang ia analisa. Bank of America naik 9.3% setelah analis mengatakan bahwa haraga saham tersebut merupakan yang termurah di antara bank-bank di US. SanDisk Corp. memicu kenaikan di saham teknologi setelah Thomas Weisel Partners Group Inc. menyarankan untuk membeli sahamnya. Indeks S&P 500 naik 2.5% menjadi 901.05 dan Dow Jones naik 2.3% menjadi 8,331.68.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Regional Pagi: Saham Jepang naik untuk pertama kalinya dalam 10 sesi terakhir ditengah harapan pendapatan perusahaan akan kembali normal dan setelah saham keuangan di US rebound. Mizuho Financial Group Inc. naik 2.6%, Komatsu Ltd. kemungkinan akan melaporkan laba operasi yang melonjak untuk periode April-Juni, dan JFE Holdings Inc. meniadakan target produksi untuk tahun ini. Komatsu kemungkinan akan melaporkan laba operasi senilai 5 milyar yen atau setara dengan $54 juta. Nikkei 225 (+2%) 9,229.29, setelah melemah dalam sebilan sesi sebelumnya. KOSPI INDEX (+1.11%) 1,393.40. S&P/ASX 200 INDEX (+2.22%) 3,820.30 Straits Times (+1.75%) 2,306.22.

Commodity: Crude Oil (+0.5%) $60/barel, Gold (-0.4%) $918.6/oz, Nickel (-1.1%) $14.405/ton, Tin (+1.1%) $12.450/ton, CPO (-1.2%) 2.005 RMY.

Company Focus

ENRG: 1H09 Production Result Expected, (BUY, TP 600)
Produksi minyak naik 35% YoY jadi 13.8 MBopd lebih rendah dibanding ekpektasi kami 14.2 Mbopd. Sementara poduksi gas naik 7% YoY jadi 92 bbtud dan in-line dengan proyeksi kami 93 bbtud. However, harga penjualan gas dibawah ekspektasi yakni hanya USD2.7/mcf vs estimasi kami USD3.3/mcf. Kami merekomendasikan rating BUY dengan target price Rp600/saham

Economic: LPS Pangkas Bunga Penjaminan jadi 7,25%
LPS memangkas suku bunga penjaminan wajar simpanan denominasi rupiah sebanyak 25 bps jadi 7,25% untuk bank umum serta penjaminan simpanan untuk bank perkreditan rakyat sebesar 10,75%. Sementara itu, denominasi valas tetap menjadi 2,75%. LPS diprediksi bisa mencapai 6,5% hingga akhir tahun ini.

Corporate news

PGAS: Rugi Kurs FY09 Diprediksi Berkurang
PGAS memprediksi FY09 masih akan mencatatkan kerugian kurs namun akan berkurang dibandingkan FY08 karena menguatnya rupiah terhadap dolar AS.
Comment: Meskipun rupiah menguat terhadap USD management PGAS pesimis rugi kurs masih ada di tahun 2009 namun lebih kecil dari tahun 2008 (Rp2,5tn). eTrading Research sebaliknya memperkirakan keuntungan dari kurs sebesar Rp663 miliar F2009. Intinya, data Gain/loss forex di LK PGAS tidak berdampak negative. Investor susah mengerti ini adalah catatan non-material. Point yang penting untuk di lihat adalah Cash-Flow PGAS yang sangat besar. DPR bukan menjadi kunci pembagian dividend saat ini di PGAS. Buktinya DPR tahun 2008 mencapai 158% di bandingkan 50% di FY2006 dan 67% di FY2007. Recomendasi BUY, TP:Rp4,500

ENRG: FY09, Bidik Akuisisi 2 Blok Migas
ENRG membidik akuisisi dua blok migas lokal dengan kepemilikan minimal 50% dan ditargetkan rampung tahun ini. Perseroan siap merealisasikan akuisisi 75% saham PT Indelberg Indonesia Perkasa yang memiliki lapangan gas dengan cadangan 400 miliar kaki kubik jika disetujui Pertamina. Selain itu blok migas milik BP West Java. Sementara itu, perseroan tengah renegosiasi dengan PLN terkait kontrak penjualan gas supaya harganya naik jadi US$ 4 per mmbtu dari saat ini US$ 2,6-US$ 2,7 per mmbtu.

CPRO: Moody's Pangka Rating jadi Caa1
Moody's Investor Services memangkas rating CPRO dari Ba3 jadi Caa1 dengan prospek negatif. Penurunan ini merefleksikan lemahnya kinerja keuangan perseroan terkait terkontaminasinya udang yang diproduksi perseroan.

GZCO: Pendapatan 1H09 Disinyalir Rp215 M
GZCO mensinyalir pendapatan 1H09 naik 8,59% yoy dari Rp 198 miliar jadi Rp 215 miliar dipicu naiknya produksi CPO. Sementara laba bersih masih dalam proses perhitungan. Produksi CPO 1H09 naik 29,25% yoy dari 20.535,61 ton jadi 26.542,94 ton, dikontribusi dari dua anak usahanya yakni PT Golden Blossom Sumatra dan PT Suryabumi Agrolanggeng. 

BUMI: Bakal Kuasai 31% Saham Newmont
BUMI melalui anak usahanya PT Multicapital berpotensi menguasai 31% saham Newmont, seiring rencana Pemda NTB untuk menaikkan kepemilikan saham Newmont sebanyak 21% dari saat ini 10% saham Newmont. Sementara itu, Pemda NTB telah menyurati Presiden, Menkeu, dan Menteri ESDM untuk mendukung rencananya tersebut. Comment: Rencana Akuisisi ini bisa menjadi katalis untuk saham BUMI namun setelah ada penjelasan harga pembeliannya.

Market Flash
US : Rekomendasi 'Buy' untuk Goldman,saham perbankan US naik

Company Focus

ENRG: 1H09 Production Result Expected, (BUY, TP 600)

News Highlight

Economic & Industrial News
Economic: LPS Pangkas Bunga Penjaminan jadi 7,25%

Corporate News

PGAS: Rugi Kurs FY09 Diprediksi Berkurang
ENRG: FY09, Bidik Akuisisi 2 Blok Migas
CPRO: Moody's Pangka Rating jadi Caa1
GZCO: Pendapatan 1H09 Disinyalir Rp215 M
BUMI: Bakal Kuasai 31% Saham Newmont

Rumours
Harga saham MDRN berpotensi ke Rp 500/saham, seiring ekspansi perseroan dengan membuka gerai di sejumlah kota. Selain itu, bakal naiknya kinerja perseroan.

Harga saham ASII berpotensi ke Rp 30.000/saham. Kabarnya, manajer investasi asing di Hong Kong akan memborong ASII terkait pembagian dividen. Selain itu adanya rencana stock split 1:5.

Corporate Action

Listing date PT Katarina Utama berkode RINA dengan harga penawaran Rp160/saham.
Cum dividen Gudang Garam Tbk (GGRM) sebesar Rp350/saham. Ex dividen (15/7)
Start tarding period warrant Pool Advista Indonesia Tbk (POOL) ratio 1:1, Rp525.

Technical Picks

TLKM (7900) – BUY
LSIP (Rp 5300) – BUY
AALI (Rp 16.000) – Buy on weakness
INKP (Rp 1630) – BUY

(etr/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads