CPO dan Karet Masih Ada Harapan

Rekomendasi Saham

CPO dan Karet Masih Ada Harapan

- detikFinance
Selasa, 14 Jul 2009 10:58 WIB
CPO dan Karet Masih Ada Harapan
Jakarta - Prospek pengembangan industri Crude Palm Oil (CPO) Indonesia masih sangat cerah mengingat lahan yang masih sangat luas. Namun harga CPO yang terus turun akhir-akhir ini membuat para produsen CPO ketar-ketir.

Bagaimana prospek saham perkebunan, terutama yang terkait CPO? CIMB-GK Securities menilai saham-saham perkebunan masih cukup baik karena diperkirakan harga CPO akan membaik pada kuartal IV-2009.

Berikut review CIMB-GK Securities terkait saham CPO dan Karet, Selasa (14/7/2009):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama 20 tahun terakhir di Indonesia, industri CPO telah berkembang pesat dengan 12.5% CAGR produksi dan 10.5% CAGR lahan tertanam. Produksi negara kita diprediksi akan mencapai 20.6 MT pada FY09, jauh diatas Malaysia sejak FY06.

Sampai saat ini ada 7.1 juta ha lahan tertanam dan 46.3% dikuasai oleh petani kecil, kemudian 43% oleh pengusaha swasta, dan sisanya oleh pemerintah. Industri CPO adalah tulang punggung ekonomi negara kita, mempekerjakan 3.5 juta orang (3.3% total pekerja). Kontribusi terhadap total ekspor, 9% datang dari ekspor CPO.

Industri CPO domestik, menurut kami akan memiliki pertumbuhan jangka panjang yang positif, karena:

  1. Peraturan pemerintah yang lebih kondusif
  2. Infrastruktur yang lebih baik menjadikan lebih kompetitif, saat ini 3 pelabuhan yaitu Belawan, Dumai dan Tanjung Perak melayani 55% dari ekspor CPO.

Pengeluaran infrastruktur ini diharapkan bisa mengurangi discount harga terhadap Malaysia dan mengurangi biaya pengangkutan. Jalan yang lebih baik juga dapat meningkatkan yield CPO. Namun kami agak skeptis terhadap insentif yang mungkin akan diberikan bagi konsumsi CPO

Saat ini perusahaan CPO yang listing di JCI memiliki total market cap US$ 4,958 juta, atau kurang dari 4%. Nilai tersebut sangat kecil apabila dibandingkan dengan total market cap perusahaan CPO di Malaysia $13,116 juta dan Singapura US$26,522 juta. Namun, karena baru sekitar 10% dari total planted area yang sudah listed di bursa, kami melihat potensi pertumbuhan. Dengan kondisi pasar modal yang lebih baik dengan likuiditas bertambah, kami melihat peluang projek IPO.

Mayoritas perusahaan CPO di Indonesia memiliki neraca dan cash position yang baik, dengan peluang ekspansi yang besar karena unplanted area masih luas. Menurut data departemen pertanian, negara kita masih memiliki 2.1 juta tanah untuk CPO. Selain greenfield ekspansi, katalis akan datang dari:

  1. Yield per hektar yang lebih baik
  2. Penurunan discount price antara harga CPO Indonesia vs Malaysia.

Target & Valuasi Kami mempertahankan rating Sektor Plantation & Rubber Indonesia (CPO & karet) pada NEUTRAL karena kami memprediksi penurunan harga CPO pada 3Q09 dan baru recovery pada 4Q09. Kami merekomendasikan Traders untuk mengakumulasi pada saat koreksi.

Pilihan utama kami dari sektor ini masih pada London Sumatera Plantation (LSIP) dengan target harga Rp6850 (13x CY10 P/E) karena corporate governance yang baik, serta yield produksi FFB (tandan buah segar) yang meningkat.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads