Β Β Β
Menurut Direktur Korporasi BNI, Krishna Suparto BNI merupakan bank BUMN pertama yang menjadi bank penyimpan marjin.
"Sebagai transactional banking yang ditunjuk Bappebti, keuntungan atau fee bagi BNI adanya floating fund. Potensinya 300-400 miliar per tahun. Pertumbuhan floating fund itu nantinya tumbuh 6-7 persen per tahun," katanya dalam penyerahan surat persetujuan dari Bappebti kepada BNI di Gedung BNI, Jakarta, Selasa (14/07/2009).
Di tempat yang sama, Kepala Biro Perniagaan Bappebti, Made Sukaryo mengatakan penunjukan BNI dilakukan melalui proses yang panjang, termasuk penelitian semua dokumen yang dipersyaratkan dan pengujian sarana teknologi informasi yang dipergunakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain penyimpan marjin, BNI juga akan menyimpan dana kompensasi dan dana jaminan.
"BNI merupakan bank kelima setelah bank Niaga, Bank Central Asia, Bank Century dan Bank Sinar Mas yang memperoleh
persetujuan dari Bappebti sebagai bank penyimpan dana kegiatan perdagangan berjangka komoditi," tuturnya.
Sedangkan Dirut PT Kliring Berjangka Indonesia Surdiyanto mengatakan Bappebti juga tengah menjajaki Bank Windu Kentjana sebagai bank penyimpan marjin.
"Di bursa berjangka itu, realisasinya memang menurun. Dari 19.000 lot per hari pada 2008 menjadi 17.000-18.000 lot di pertengahan tahun ini. Padahal target 2009, 23.000-25.000 lot per hari," kata Surdiyanto.
Ia menambahkan volume transaksi kontrak berjangka ke depannya diharapkan akan terus meningkat sehingga marjin transaksi juga bertambah.
"Satu kontrak berjangka marjinnya US$ 100.000, average tahun 2008 sekitar US$ 500.000. Dan transaksi tersebut per tahunnya mencekati sekitar 5,6 juta lot setahun. Di 2009 diharapkan naik, tercover lebih baik lagi," katanya.
(dru/lih)











































