Demikian hal itu dikemukakan oleh Presiden Direktur Indika M Arsjad Rasjid di sela Seminar Reformasi Sektor Keuangan Setelah Krisis Keuangan Global, Kampus Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (14/7/2009).
"Akuisisi tahun ini pelan-pelan lah. Kalau satu bagus, ya satu saja. Kalau tidak nanti tambah lagi. Untuk fokus satu yang bagus saja susah," ungkapnya.
Arsjad mengatakan, perseroan sedang menjajaki beberapa perusahaan tambang batubara di Sumatera dan Kalimantan.
"Semua opportunity kita lihat. Ini kan investasi jangka panjang," ujarnya.
Sebelumnya, emiten berkode INDY tersebut menganggarkan dana sebesar US$ 300 juta untuk akuisisi beberapa perusahaan tambang. Seluruh dananya diambil dari kas internal.
"Tapi kita juga lihat pendanaan eksternal. Bisa melalui bond , pinjaman atau rights issue , tergantung kebutuhan nanti," imbuhnya.
Ia mengatakan, hingga semester pertama 2009 volume penjualan meningkat hingga 10% dibandingkan tahun lalu. Volume produksi sudah mencapai setengah dari target akhir tahun sebanyak 24 juta ton batubara.
Dengan pencapaian itu, ia menargetkan pendapatan semester I bisa tumbuh double digit dan laba bersih meningkat.
"Insya Allah bottom line bagus, pendapatan tumbuh double digit ," ujarnya.
(ang/dro)











































