Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Rabu, 15 Jul 2009 09:37 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Pagi...., indeks kemarin berhasil ditutup ke zona positif mengikuti optimisme investor regional. Saham-saham perbankan berpotensi mengalami kenaikan atas realisasi penyaluran kredit di 2Q09 yang melampaui ekspektasi. Di sisi lain, China dengan foreign reserve-nya yang mencapai US$2 tn menghadapi kesulitan penempatan cadangan devisa dihadapkan pada kenyataan yield surat utang USS$ yang lebih kecil dibanding negara-negara emerging market ditambah faktor resiko pelemahan mata uang USD akibat beban defisit yang diprediksi lebih dari US$1.84 tn. Hal ini bisa menjadi faktor positif atas inflow investasi langsung China ke Indonesia dan negara-negara emerging market lainnya dipicu tingginya faktor yield SUN, stabilitas nilai tukar dan kesamaan profil demografi. So...Indonesia β€˜s companies will be potentially beneficial to US deficit and abundant China’s foreign reserve. Sektor infra, komoditi, perbankan dan properti kita lihat masih berpotensi upside.

Guru Says: "Look at market fluctuations as your friend rather than your enemy. Profit from folly rather than participate in it."- Warren Buffett

Dow Jones: Saham US naik untuk hari kedua sebagaimana hasil dari penjualan ritel yang lebih baik dari perkiraan sebelumnya, dan produsen energi naik akibat lonjakan dari harga natural gas. Home Depot Inc., Intel Corp., dan Walt Disney Co. naik sedikitnya 1.8% dan berperan dalam kenaikan Dow. El Paso Corp. naik 3.4%, Goldman Sachs Group Inc. naik ke level tertinggi sejak 10 tahun terakhir setelah mencatat keuntungan kuartalan. Indeks S&P 500 naik 0.5% menjadi 905.84 dan Dow Jones naik 0.3% menjadi 8,359.49. Treasuri turun setelah departemen perdagangan mengatakan penjualan ritel naik 0.6% pada bulan Juni.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Regional Pagi: Saham Asia naik untuk hari kedua setelah penjualan Intel Corp, melebihi proyeksi analis, Goldman Sachs mencatat keuntungan dan harga logam naik. Samsung Electronic Co. naik 4.4% akibat optimisme permintaan untuk computer pribadi yang membaik. Advantest Corp. naik 2.3%, Macquarie Group Ltd. naik 2% dan Rio Tinto Ltd. naik 2.2%. Indeks MSCI Asia naik 0.4% menjadi 100.93, Nikkei 225 (+0.6%) 9,316.12. KOSPI INDEX (+2.03%) 1,413.67. S&P/ASX 200 INDEX (+0.79%) 3,897.60 Straits Times (+0.60%) 2,324.49.

Commodity: Crude Oil (+1%) $60.1/barel, Gold (+0.4%) $926.1/oz, Nickel (+7.3%) $15.450/ton, Tin (+4%) $12.950/ton, CPO (+1.7%) 2.040 RMY.

Economic & Industrial news

Politic: Aburizal Bakrie Siap Gantikan JK di Golkar
Aburizal Bakrie sudah menyatakan kesiapannya terkait wacana yang menyebut namanya sebagai salah satu nama yang dicalonkan untuk menggantikan posisi Jusuf Kalla yakni sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Kesiapannya ditegaskan bahwa dirinya tidak berminat lagi untuk menjadi menteri di kabinet berikutnya.

Economic: RI Berencana Terbitkan Samurai Bond JPY100 Miliar
Indonesia berencana akan menerbitkan samurai bond senilai JPY100 miliar (US$1.1 bn) yang akan dilakukan pada 17 Juli. Nomura, Mitsubishi UFJ, dan Daiwa ditunjuk menjadi underwriter. Secara terpisah, Indonesia pada Selasa kemarin menjual SUN jatuh tempo 2010,2022,2024,2028 senilai Rp3 tn (melebihi target Rp2 tn) untuk mendanai defisit anggaran negara.

Banking: Bunga Pinjaman Antarbank Turun ke 6.78%
Bunga PUAB (pasar uang antar bank) kembali turun ke 6.78% dibanding posisi akhir 2008, 9.43%. Penurunan bunga PUAB dipicu membaiknya posisi likuiditas DPK ditengah penurunan suku bunga deposito. BI mencatat dana kas perbankan per Juni 2009, Rp40.7 tn dan dana di rekening giro BI, Rp77.7 tn. (kontan/li) Comment: turunnya bunga PUAB menunjukkan pulihnya kepercayaan antar bank yang secara tidak langsung juga turunnya resiko kredit memasuki 2H09, hal ini merupakan sinyal positif pertumbuhan kredit di 2H09 yang bisa meningkatkan laba bersih secara volume meskipun NIM cenderung turun.

Corporate news

AALI: Penjualan 1H09 Diprediksi Turun 26% yoy
Penjualan AALI pada 1H09 diprediksi turun 26% yoy dari Rp4,64 triliun jadi Rp3,41 triliun, namun diluar dari perhitungan penjualan karet. Penjualan CPO 1H09 naik 3,6% yoy dari 476.909 jadi 494.018 ton, dimana 10,2% atau 50.414 ton diekspor. Selanjutnya, harga jual rata-rata CPO 1H09 turun 23,1% yoy dari Rp8.299/kg jadi Rp6.386/kg.

INDY: Jajaki Akuisisi Batubara , Pendapatan 1H09 Diprediksi +10%
INDY menjajaki akuisisi satu perusahaan di Kalimantan dan Sumatra yang saat ini tengah diuji tuntas dan ditargetkan tuntas tahun ini. Perseroan menganggarkan dana akuisisi FY09 sebesar U$300 juta. Sementara itu, perseroan memprediksi pendapatan 1H09 naik lebih dari 10% yoy jadi sekitar Rp1,432 triliun vs FY08 Rp1,302 triliun.

BUMI: Menanti Tender BHP Dibuka
BUMI menanti penawaran resmi rencana penjualan proyek batubara Maruwai, di Kabupaten urung Raya, Kalimantan Tengah. BHP Billiton sebagai pemilik proyek tersebut masih menyelesaikan kajian intern soal opsi pelepasan kepemilikan proyek tersebut. Namun, BUMI belum dipastikan akan mengikuti tender tersebut karena pihaknya perlu mengkaji segi ekonomis penawaran BHP tersebut.

CTRA: Grup Ciputra Ekspansi ke Tiongkok
Grup Ciputra segera membangun kota mandiri (township) di Tiongkok meliputi kawasan Nanjing seluas 900 ha yang memakan waktu 10 tahun dan menggandeng BUMN Tiongkok dan investor dari Singapura, di Chiasin dan di daerah utara Beijing yang bermitra dengan pengembang lokal. Grup Ciputra menyiapkan dana penyertaan modal 30% dari total investasi dan ditargetkan pembangunan dimulai 2010.

ASRI: Jajaki Emisi Obligasi Rp250 M
ASRI berencana menerbitkan obligasi senilai Rp250 miliar bertenor 3-5 tahun pada paling lambat 2Q09. Perolehan dana untuk ekspansi usaha. Saat ini, perseroan tengah menjajaki perusahaan sekuritas sebagai underwriter.

ELSA: Bulan Ini, Northstar-Saratoga Tuntaskan Akuisisi
Northstar Pacific Partners Limited - Saratoga Capital menargetkan akuisisi 37,5% saham ELSA milik PT Tri Daya Esta rampung paling cepat 21 Juli09. Namun, Nortstar belum mau mengungkapan secara detail terkait akuisisi baik harga penawarannya.

UNTR: Naikkan Target Penjualan Alat Berat FY09
UNTR menaikan target penjualan alat berat FY09 jadi 2.600 dari 2.400 unit atau rata-rata 215 unit/bulan. Namun target penjualan ini lebih rendah dibanding FY08 4.345 unit.

Earnings Watch
ASIA: Penjualan 1H09 Melonjak 430,3% yoy
ASIA mencatat penjualan 1H09 melonjak 430,3% yoy dari Rp19,50 miliar jadi Rp103,41 miliar. Sedangkan laba bersih +371,01% yoy dari Rp1,38 miliar jadi Rp6,5 miliar. Kenaikan ini dikontribusi dari penjualan batubara Rp103,18 miliar dan mangan Rp221,33 juta serta mencatat keuntungan kurs Rp363,6 juta vs 1H08 Rp25,04 miliar.

Market Flash

Saham Regional & Metal Naik. Nickel +7% dan Tin +4%

News Highlight


Economic & Industrial News
Politic: Aburizal Bakrie Siap Gantikan JK di Golkar
Economic: RI Berencana Terbitkan Samurai Bond JPY100 Miliar
Banking: Bunga Pinjaman Antarbank Turun ke 6.78%

Corporate News
AALI: Penjualan 1H09 Diprediksi Turun 26% yoy
INDY: Jajaki Akuisisi Batubara , Pendapatan 1H09 Diprediksi +10%
BUMI: Menanti Tender BHP Dibuka
CTRA: Grup Ciputra Ekspansi ke Tiongkok
ASRI: Jajaki Emisi Obligasi Rp250 M
ELSA: Bulan Ini, Northstar-Saratoga Tuntaskan Akuisisi
UNTR: Naikkan Target Penjualan Alat Berat FY09

Earnings Watch
ASIA: Penjualan 1H09 Melonjak 430,3% yoy

Rumours
Harga saham KIJA berpotensi ke Rp155/saham. Kabarnya, sejumlah perusahaan asing tengah menjajaki pembangunan pabrik baru perseroan. Selain itu, adanya rencana pembangunan pusat industri film seperti Hollywood.

Harga saham GZCO berpotensi ke Rp200-250/saham, seiring rencana penerbitan MTN guna merampungkan akuisisi 100% saham Palma Sejahtera. Selain itu, adanya perluasan lahan baru dan prediksi kinerja yang melonjak. (investor/fz)

Corporate Action
Cum dividen Bristol-Myers Squibb (SB) Indonesia Tbk (SQBB) sebesar Rp 8.000/saham Ex dividen (16/7)
Cum dividen Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) sebesar Rp15/saham, ratio 6 (New) : 34 (old) Ex dividen (16/7)
Cum dividen Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) sebesar Rp41,74/saham Ex dividen (16/7)

Technical Picks
TINS (Rp 1780) – BUY
SGRO (Rp 1590) – BUY
ADHI (Rp 455) – Sell on strength
BNII (Rp 440) – Sell on strength

(etr/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads